Protokol COVID-19, Penggunaan Masker Tidak Disarankan Bagi Penderita Asma

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Demi melindungi diri dari paparan virus korona, semua orang disarankan memakai masker sebagai bentuk pencegahan. Tetapi justru orang dengan asma atau masalah paru-paru lebih baik jika tidak menggunakan masker, namun tetap dengan memperhatikan beberapa hal.

Pada dasarnya, masker bisa membantu menghentikan penyebaran pandemi virus penyebab COVID-19. Karena dengan menggunakan masker, maka akan dapat menghalau tetesan cairan (droplet) pernapasan untuk masuk ke hidung dan mulut yang menyebabkan penularan.

Namun, penggunaan masker bagi orang yang menderita asma atau kondisi paru-paru lain seperti gangguan paru obstruktif kronik (PPOK), fibrosis kistik, bronkitis kronis, emfisema atau kanker paru menurut para ahli, melansir Daily Mail (19/5), tidak disarankan jika itu membuat mereka sulit bernapas.

Itu karena penggunaan masker dapat membuat lebih sulit untuk menarik udara ke paru-paru, sehingga kemudian dapat memicu asma untuk beberapa pasien. Selain itu, penggunaan masker tersebut juga dikhawatirkan bisa menyebabkan kecemasan karena mengubah pola pernapasan mereka.

Bahkan, masker yang terlalu ketat bisa membuat seseorang kesulitan bernapas. dr. Purvi Parikh, dokter spesialis imunologi dan penyakit menular di Universitas New York sempat menemui pasien yang mengeluhkan ketidaknyamanan bernapas ketika memakai masker di tengah musim panas.

Karena itu, dr. Purvi Parikh menyarankan orang yang menderita asma atau COPD tidak harus menggunakan masker bila tidak nyaman atau membuat mereka kesulitan bernapas.

Sementara itu, di sisi lain ia juga mengatakan orang yang menderita penyakit paru-paru di urutan ke-22 mungkin membutuhkan masker lebih dari orang lainnya. Orang-orang yang menderita asma juga lebih berisiko tinggi untuk menjadi sakit parah jika benar-benar tertular virus, sehingga inilah yang cukup menjadi dilema.

Meski menurut dr Purvi penderita asma atau kondisi lain yang tidak memungkinkan menggunakan masker boleh tak memakainya, ia menekankan pentingnya menggunakan masker di tengah pandemi. Karena hal yang tampak sederhana itu, selain melindungi diri sendiri, juga bisa membantu melindungi orang lain dari risiko terinfeksi penyakit selain COVID-19.

Untuk itu, para ahli, melansir Intisari.id (20/5), juga mengatakan orang harus memakai masker jika mereka bisa, untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain di sekitar mereka, tetapi juga dengan tidak membahayakan kesehatan mereka sendiri dalam prosesnya.

Selain itu, masker juga tidak boleh digunakan oleh anak-anak di bawah usia 2 tahun atau siapa saja yang merasa kesulitan untuk mengatur napasnya. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat