Pikiran Positif Ibu, Kunci Kelancaran ASI

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Merdeka bagi bayi adalah terpenuhinya kebutuhan ASI. Agar ASI lancar dan bayi merdeka dari kurang gizi, berpikiran positif bagi ibu jadi salah satu kuncinya.

Dalam menyusui dikenal hormon oksitosin. Hormon oksitosin diproduksi oleh bagian belakang kelenjar hipofisis. Hormon tersebut dihasilkan bila ujung saraf disekitar payudara dirangsang oleh isapan. Oksitosin akan dialirkan melalui darah menuju ke payudara yang akan merangsang  kontraksi otot di sekeliling alveoli (pabrik ASI) dan memeras ASI keluar dari pabrik ke gudang ASI. Refleks oksitosin ini akan berguna menyebabkan ASI di payudara mengalir untuk dihisap.

Dalam hal ini, hanya bayi dan atau ibu yang dapat mengeluarkan ASI di dalam gudang ASI. Oleh karena itu, jika refleks oksitosin tidak bekerja dengan baik, maka bayi mengalami kesulitan untuk mendapatkan ASI. Payudara seolah-olah telah berhenti memproduksi ASI, padahal payudara tetap menghasilkan ASI namun tidak mengalir keluar.

Ada beberapa keadaan yang dapat mempengaruhi meningkatnya produksi hormon oksitosin, di antaranya perasaan dan curahan kasih sayang terhadap bayinya, celotehan atau tangisan bayi, hingga dukungan ayah dalam pengasuhan bayi, seperti menggendong bayi ke ibu saat akan disusui atau disendawakan, mengganti popok dan memandikan bayi, bermain, mendendangkan bayi dan membantu pekerjaan rumah tangga.

Selain itu, keberhasilan menyusui ini yang terpenting adalah dari kepercayaan diri ibu. Ibu menyusui setidaknya harus selalu memiliki pemikiran dan afirmasi yang positif, dan harus selalu bahagia. Kebahagiaan ini yang akan memicu keluarnya hormon oksitosin yang melancarkan ASI.

Menurut dr. Fransiska Farah, Sp. A, M.Kes, dokter spesialis anak dan konselor laktasi Indonesia, seperti dikutip Antara, bayi sangat ingin menyusu jika kondisi ibu tenang, santai dan sabar. Hal inilah yang kemudian menjadi kunci utama dalam menyusui.

“Bayi bisa merasakan hal ini. Jadi, hilangkan segala rasa khawatir, panik, serta pikiran-pikiran negatif selama menyusui,” tutur dia.

Selanjutnya, adalah konsep ASI supply and demand, di mana semakin sering payudara diisap dan dikosongkan, maka semakin sering dan semakin banyak ASI akan diproduksi.

“Jadi, begitu wadahnya kosong, ASI akan segera mengisinya lagi. Oleh karena itu, penting memastikan pengosongan ini. ASI akan terproduksi dengan baik, jika pengosongan ASI di payudara juga baik,” paparnya.

Pengosongan baik tersebut, dapat terpenuhi jika bayi bisa melekat atau menghisap dengan baik di payudara. Inilah yang kemudian perlu diperhatikan untuk kesuksesan menyusui, baik posisi ibu maupun bayi.

dr. Farah menyebutkan, setidaknya teknik mengosongkan payudara agar produksi ASI semakin optimal adalah sebagai berikut:

  • Selalu upayakan payudara terasa kosong atau habis sebelum ibu memberikan ASI dari payudara di sisi lainnya.
  • Habiskan waktu setidaknya 10 menit sebelum berpindah memberikan ASI dari payudara di sisi lainnya.
  • Pastikan bayi menyusu di kedua payudara ibu setiap waktu menyusu agar produksi ASI di kedua payudara seimbang.
  • Bila bayi terlihat kenyang sebelum ASI di payudara ibu terasa kosong, sebaiknya ibu melanjutkan dengan memompa payudara setelah selesai menyusui. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat