Persalinan Normal dan Caesar, Ini Pertimbangannya

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Banyak calon ibu yang mendambakan proses kelahiran normal. Namun beberapa kendala kerap membuat calon ibu tidak bisa melahirkan secara normal, sehingga jatuh pada pilihan kedua, yakni caesar. Lalu apa saja pertimbangan untuk menentukan proses kelahiran yang tepat? Berikut ulasannya.

Melahirkan normal adalah proses persalinan dengan tahapan pembukaan serta pengeluaran bayi melalui jalan lahir. Sedangkan melahirkan caesar atau bedah caesar adalah proses persalinan dengan melalui pembedahan dan irisan yang dilakukan di perut (laparatomi) dan rahim (histerotomi) ibu untuk mengeluarkan bayi.

“Beberapa keadaan yang membuat seorang ibu tidak bisa melahirkan secara normal adalah panggul ibu yang sempit, kelainan panggul, berat janin yang besar, adanya bekas operasi, penyakit pada ibu, dan sebagainya,” terang spesialis obgyn RS Al Irsyad Surabaya, dr. Ariefandy Pambudi, Sp.OG.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dari segi usia untuk dapat melahirkan normal, sesungguhnya tidak ada batasan pasti. Hanya saja pada wanita usia lebih dari 35 tahun, sudah termasuk resiko tinggi. Sehingga opsi kedua, yakni kelahiran caesar biasanya dipertimbangkan.

Banyak manfaat dari melahirkan secara normal, salah satunya adalah seorang ibu dapat segera memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi setelah melahirkan. Ibu bisa memberikan kolostrum kemudian bayi menerima ASI dengan cepat.

Di sinilah hubungan ibu dan ayah setelah persalinan terhadap bayi yang baru dilahirkan juga akan lebih baik. Inilah yang kemudian akan membuat pengaruh yang sangat positif untuk kesehatan ibu dan bayi. Berbeda dengan persalinan caesar dimana Inisiasi Menyusui Dini (IMD) tetap bisa dilakukan tapi masih harus memenuhi syarat tertentu.

Peluang VBAC (Vaginal Birth After Caesarean)

VBAC (vaginal birth after caesarean) adalah prosedur melahirkan normal setelah caesar. Dokter Ariefandi kemudian mengatakan, ibu yang sebelumnya melahirkan secara caesar masih dapat melahirkan secara normal pada persalinan berikutnya dengan mengikuti ketentuan yang berlaku. Beberapa di antaranya adalah jarak persalinan, umur ibu, dan keadaan atau berat bayi.

“Pada persalinan bekas caesar sebelumnya, sesungguhnya masih memiliki kesempatan untuk persalinan normal asal jarak dengan persalinan sebelumnya lebih dari satu tahun,” pungkas Dokter Ariefandy.

“Bekas caesar satu kali juga masih dapat melahirkan secara normal. Sedang pada bekas caesar dua kali, mutlak persalinannya caesar kembali,” imbuhnya.

Terakhir, seorang ibu dapat melahirkan secara normal pasca caesar asal tidak didapatkan panggul sempit, tinggi ibu di atas 150 cm, berat bayi tidak terlalu besar dan kondisi umur ibu normal. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat