Perlu Tahu, Ini Tips Berikan Vaksin untuk Anak

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Bagi anak-anak, vaksinasi sangat penting dilakukan mengingat daya tahan tubuh mereka yang tidak sebaik orang dewasa. Namun, sebelum itu, orang tua perlu memperhatikan beberapa hal. Mari kita simak ulasannya.

Ada lima jenis imunisasi yang harus diberikan pada anak dan dapat dilakukan secara gratis di Posyandu dengan subsidi pemerintah. Namun, masih ada sejumlah imunisasi lain yang juga diperlukan anak. Untuk itu, selain trik biaya, orang tua perlu mengetahui tips-tips ini agar dapat sukses memberikan vaksin secara lengkap pada anak.

Dengan rutin melakukan vaksin pada anak, orang tua akan dapat lebih mengetahui tentang jenis vaksin baru, sehingga risiko anak terkena penyakit-penyakit yang berbahaya di dunia pun dapat berkurang. 

Untuk itu, selain orang tua perlu mengetahui sejumlah jadwal imunisasi atau pemberian vaksin, seperti dilansir CNN, sebaiknya orang tua pun mengetahui berbagai hal berikut agar imunisasi bisa sukses diberikan pada sang buah hati.

Gunakan Satu Buku Kesehatan (KMS)

Sejak bayi diberikan vaksin Hepatitis B pada hari kelahirannya, pihak rumah sakit umumnya memberikan buku kesehatan yang di dalamnya terdapat jadwal imunisasi. Begitu pula saat melakukan vaksin di puskesmas atau posyandu, Kartu Menuju Sehat (KMS) juga diberikan, disertai dengan paraf atau stiker vaksin sebagai tanda imunisasi sudah diberikan.

Untuk itu, pastikan orang tua menyimpan satu KMS ini sehingga bisa dijadikan pengingat jenis imunisasi apa yang sudah dan belum didapatkan oleh si Kecil. Dengan menggunakan buku kesehatan yang sama, maka juga bermanfaat untuk mengontrol kesehatan bayi.

Dengan satu KMS, maka dapat diketahui riwayat sakit sang bayi, obat-obatan apa saja yang pernah diberikan, hingga perawatan apa saja yang pernah dilakukan. Sehingga walaupun ibu berganti dokter, dokter lain bisa dengan mudah melihat riwayat anak dan memberikan pengobatan yang lebih tepat.

Lakukan Trik Hemat Biaya

Lima imunisasi dasar seperti Polio, Hepatitis B, BCG, DPT-HB-HIB, dan Campak memang diberikan secara gratis karena masuk dalam subsidi pemerintah. Bila dilakukan di rumah sakit umum, biaya yang harus disiapkan bisa berkisar antara Rp250 ribu hingga Rp1 juta.

Oleh karena itu, melakukan trik hemat biaya tentu diperlukan. Dana yang tidak seharusnya dikeluarkan tersebut, setidaknya bisa disimpan. Orang tua bisa memberikan lima imunisasi dasar tersebut di posyandu agar bisa dilakukan secara gratis, sehingga biaya imunisasi yang tak ditanggung, misalnya, vaksin Influenza, Rotavirus, serta Pneumokokus, atau lainnya bisa dilakukan.

Prediksi Efek Samping

Ada baiknya orang tua menanyakan efek apa saja yang mungkin terjadi pada anak sebagai efek samping dari imunisasi, misalnya badan panas serta bengkak di daerah bekas suntikan.

Tanyakan pula kapan anak harus diberi obat penurun panas serta apa yang bisa dilakukan saat efek samping tersebut terjadi. Dengan begitu orang tua memiliki persiapan dan minim ‘trauma’ saat anak kembali melakukan imunisasi.

Anak dalam Kondisi Sehat

Saat anak sakit, sistem kekebalan tubuh sudah bekerja untuk melawan penyakit, sehingga bila harus diberikan vaksin ketika anak sedang sakit, maka ditakutkan sistem kekebalan tubuh tak mampu bekerja maksimal dan efek samping dari imunisasi bisa lebih parah. 

Untuk itu, sebelum melakukan imunisasi, sebaiknya orang tua memastikan bahwa anak sedang dalam kondisi yang sehat.

Cari Tahu Melalui Sumber Terpercaya

Hindari mencari informasi seputar imunisasi selain dari dokter atau situs resmi dan terpercaya, terutama informasi terkait dengan isu-isu vaksin, seperti vaksin yang dapat menyebabkan autisme, kematian, mengandung babi, dan isu-isu lain yang belum terbukti kebenarannya. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat