Peringati Hari Pangan Sedunia, Lakukan Ini Agar Bebas Dari Limbah Makanan

Rsalirsyadsurabaya.co.id –  Hari Pangan Sedunia atau World Food Day diperingati pada 16 Oktober sebagai gerakan untuk mengurangi limbah makanan demi menjaga kesehatan tubuh.

Berdasarkan pernyataan Kepala Perwakilan Badan Pangan PBB (FAO), Indonesia menghasilkan sampah makanan rata-rata sebanyak 13 ton setiap tahunnya.

Jumlah tersebut setara dengan porsi makan 28 juta orang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik jumlah tersebut setara dengan penduduk miskin yang ada di Indonesia.

Hal yang tak kalah mencengangkannya, Indonesia menduduki posisi kedua sebagai negara penghasil sampah terbanyak di dunia. Masalah sampah makanan ini sebagian besar berasal dari limbah retail, katering, dan restoran.

Menyadari persoalan tersebut, tentunya masyarakat diajak untuk mengubah pola makan lebih sehat dan mengurangi dampak lingkungan dari rantai makanan.

Sebesar 25 persen air di dunia terbuang setiap tahun untuk sampah makanan. Selain itu, menanam makanan yang terbuang percuma akan menghabiskan 21% air tawar, 19% pupuk, 18% lahan pertanian, dan 21% dari volume tempat pembuangan.

Pasalnya, dampak yang ditimbulkan dari menumpuknya sampah makan ini tidak hanya pada persoalanya kesia-siaannya saja tapi juga berdampak bagi lingkungan dan kesehatan tubuh.

Dampak lain yang ditimbulkan limbah makanan bagi lingkungan adalah pencemaran. Polusi udara hadir menyertai limbah makanan yang dibuang percuma.

Dengan tidak membuang-buang makanan, berarti kita telah berkontribusi untuk menjaga bumi dan mengurangi dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan akibat limbah makanan.

Adapun cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah makanan adalah dengan mengkreasikan bahan dalam jumlah yang lebih beragam ataupun menggunakan bahan-bahan makanan yang tersisa dari hidangan sebelumnya.  

Makan sedikit
Ambil porsi makan sedikit saja jika Anda tidak ingin buang-buang makanan. Lebih baik merasa kurang dan mengambil lagi daripada memenuhi piring dengan makanan yang terlalu banyak tetapi tidak dihabiskan.

Memasak seperlunya
Jika Anda memasak makanan sendiri di rumah, batasi seperlunya. Hitung anggota keluarga yang akan menikmati makanan kemudian pastikan Anda tidak memasak terlalu banyak demi menghindari buang-buang makanan.

Simpan di kulkas
Beberapa makanan sisa sebenarnya masih bisa dimakan keesokan harinya. Jadi cobalah menyimpan makanan tersebut ke dalam kulkas dan menghangatkannya lagi besok untuk dimakan lagi.

Aturan makanan di kulkas
Patuhi peraturan makanan yang pertama kali masuk ke dalam kulkas, makanan itu juga yang harus lebih dahulu dikeluarkan. Cara ini akan menghindarkan Anda dari kelupaan mengambil makanan yang disimpan terlalu lama yang akhirnya dibuang percuma.

Memberi label
Terkadang meskipun Anda sudah menyimpan makanan dalam lemari es, anggota keluarga yang lain tidak sengaja membuangnya. Jadi jangan lupa memberi label bahwa makanan yang Anda simpan sebenarnya masih bisa dikonsumsi.

Mengolah kembali
Makanan sisa kemarin yang tidak bisa dihangatkan bisa diolah kembali. Misalnya saja nasi. Beberapa sajian yang terbuat dari nasi sisa misalnya adalah bubur, sup, atau nasi goreng.

Memberikan pada orang lain
Saat Anda ingin membuang makanan, coba ingat orang-orang di sekitar yang justru sangat membutuhkannya. Jadi daripada membuang-buang makanan, berikan saja pada orang lain yang lebih membutuhkan. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat