Perhatikan Hal Ini agar Ibu Hamil dapat Berpuasa

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Ibu hamil seringkali dianjurkan untuk tidak berpuasa. Yang ditakutkan, ibu hamil akan kekurangan nutrisi dan akan berdampak pada bayinya. Namun, sebenarnya sah-sah saja ibu hamil berpuasa. Sebelum melakukannya, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.

Ada beberapa syarat menurut dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi., Sp.GK, seorang Pakar Gizi Klinis, seperti dilansir dari tempo. Syarat untuk ibu hamil salah satunya adalah masa kehamilan harus pada trimester kedua ataupun ketiga.

Jika, ibu hamil masih mengandung dalam masa trimester pertama, mereka harus tidak memiliki keluhan apapun soal kesehatannya, dan telah berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu.

“Trimester satupun diperbolehkan kalau tidak ada keluhan dan status gizinya baik. Trimester pertama juga merupakan periode pembentukan tubuh janin. Jadi, kondisi nutrisinya harus dipenuhi,” jelasnya.

Saat hamil, kebutuhan gizi meningkat 180 kalori pada trimester pertama dan 300 kalori pada trimester kedua dan ketiga. Untuk itu, ibu hamil sebenarnya tetap dapat melaksanakan puasa asal ia juga menjalankan diet ketat dan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut.

Untuk mengetahui bagaimana status gizi ibu hamil dapat dilihat dari Indeks Massa Tubuh (IMT). Karena, ketika berpuasa, ibu hamil akan menggunakan cadangan energi di dalam tubuh. Bila gizi ibu tidak memenuhi atau bahkan buruk bisa berdampak juga pada bayinya. Dan hal terakhir yang harus diperhatikan yaitu, ibu hamil tidak memiliki penyakit yang menyertai. Misalnya saja diabetes mellitus atau hipertensi.

Di sisi lain, imbuh Juwalita, ada beberapa tanda yang harus diwaspadai ketika ibu hamil berpuasa. Tanda-tanda ini di antaranya, berat badan tidak naik sesuai periode kehamilan, sakit kepala atau demam, mual dan muntah, gerak janin berkurang, dan nyeri perut seperti kontraksi secara teratur.

Kemudian, ibu juga harus waspada dehidrasi. Biasanya dehidrasi ditandai dengan haus berlebihan, buang air kecil yang jarang, atau urin yang berwarna gelap. Karena, kebutuhan akan cairan sangat dibutuhkan ibu hamil untuk membuat air ketuban. Jika dehidrasi dan air ketuban menipis, akan meningkatkan risiko ibu hamil untuk keguguran.

Perlu perencanaan diet yang matang untuk mendukung ibu hamil berpuasa. Ia menyarankan, minum susu rendah lemak hangat ketika sahur. Menjelang imsak, makanlah asupan nutrisi lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, serat dan lainnya.

Ketika berbuka, ibu dapat mengonsumsi kurma ataupun buah-buahan lain dan bubur kacang hijau. Kacang hijau sangat disarankan karena mengandung asam folat, serat, antioksidan yang sangat baik untuk ibu hamil.

Kemudian, untuk makan malam, ibu hamil dapat memakan nutrisi yang sama seperti berbuka. Juwalita memaparkan, ibu hamil memiliki kecepatan pengosongan lambung yang lebih lambat karena terdorong oleh rahim. Dengan begini, ibu hamil cepat merasa kenyang, padahal kebutuhan kalorinya belum tentu tercukupi.

Ibu hamil bisa berpuasa dengan memperhatikan hal-hal di atas. Sebelum itu, pastikan kondisi gizi dan kesehatan ibu hamil dalam kondisi baik, dan telah berkonsultasi ke dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat