Perhatikan Gizi Anak untuk Tumbuh Kembang Anak

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Dalam mendukung tumbuh kembang anak, orangtua perlu memperhatikan asupan gizi anak. Karena, nutrisi yang masuk dalam tubuh adalah salah satu penentu perkembangannya.

Menurut Ahli Gizi Rumah Sakit (RS) Al Irsyad Surabaya, Anisa Wahyuningtyas Agustin, A.Md. Gz, nutrisi anak merupakan kebutuhan utama untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, baik dalam keadaan sehat maupun sakit.

“Nutrisi yang kita perlukan harus mengandung asupan yang bergizi, seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Dimana zat-zat tersebut penting untuk menunjang tumbuh kembang dan kesehatan anak,” ungkapnya.

Perempuan yang akrab disapa Nisa ini berpendapat bahwa sumber makanan yang diberikan untuk anak berbeda dengan orang dewasa. Hal itu dilihat dari segi jumlah kalori yang diberikan, jumlah dan jenis protein, lemak serta karbohidratnya juga akan berbeda.

“Ya berbeda, yaitu dari segi jumlah kalori yang diberikan, jumlah dan jenis protein, lemak, serta karbohidratnya,” imbuhnya.

Meski begitu, pada dasarnya sumber makanan tersebut tidak jauh berbeda. Hanya saja tekstur makanan di masing-masing usia anak tidak selalu sama. Bayi yang telah menginjak usia 6 bulan, akan mulai diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI).

Hal ini tentu berbeda dengan balita dan anak-anak yang sudah bisa mencerna makanan padat dengan baik. Seiring bertambahnya usia anak, jenis dan bentuk makanan yang bisa diberikan pun akan lebih bervariasi.

Untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, perlunya mengetahui perhitungan kebutuhan gizinya, yakni dengan menjaga kualitas kesehatan anak, menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan dan keluarga, serta memastikan kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi.

Orangtua harus lebih sering memperhatikan asupan yang diterima anak, agar anak tidak mengalami kekurangan gizi. 

Penyebab yang sering terjadi ketika anak kekurangan gizi adalah asupan gizi yang kurang, kondisi kesehatan pada anak, akses dan daya beli pangan yang rendah pada keluarga serta kurangnya peran pengetahuan orangtua terkait pemenuhan makanan bergizi.

“Selain itu, bisa jadi karena proses 1000 hari kehidupan pertamanya tidak terpenuhi, pola asuh orangtua juga berpengaruh dan pemberian zat gizi yang kurang dapat menyebabkan anak kekurangan gizi,” jelas Nisa.

Orangtua yang peduli dengan kesehatan anak akan senantiasa menyediakan makanan yang bergizi sehat bagi anak, agar dapat mencegah masalah kesehatan di masa mendatang.

“Pastikan makanan yang diberikan mengandung gizi yang cukup yaitu dari segi protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineralnya serta tetap jaga kebersihan makanan yang diberikan agar anak terhindar dari infeksi,” tutupnya. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat