Perhatikan 5 Aturan Penting Persiapan Kelahiran Ibu Hamil di Masa Pandemi COVID-19

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Kehamilan menjadi momen menggembirakan bagi banyak keluarga. Namun, di tengah pandemi COVID-19 saat ini, banyak orang merasa takut, cemas, dan gelisah ketika akan menjalani proses melahirkan, sebab rumah sakit adalah tempat infeksius yang perlu dihindari.

Untuk itu, sebelum melahirkan, ada baiknya bila ibu hamil dan keluarga menyiapkan berbagai hal persiapan agar terhindar dari risiko penularan virus korona jenis baru tersebut. Ada lima hal penting yang perlu diperhatikan ibu hamil sebelum memutuskan untuk melahirkan di rumah sakit, antara lain:

Lakukan Proteksi

Ibu hamil rentan terinfeksi virus karena mengalami imunitas yang menurun, bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa ibu hamil memiliki risiko mengembangkan komplikasi akibat COVID-19.

Sementara para ahli yang tergabung dalam Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) mengatakan bahwa menjelang persalinan, ibu hamil diminta untuk lebih sering mengunjungi dokter melakukan konsultasi terkait skrining antenatal, perencanaan persalinan dalam mencegah penularan virus tersebut.

Beberapa langkah proteksi yang bisa dilakukan selama di luar rumah adalah:

– Cuci tangan dengan sabun dan air sedikitnya selama 20 detik. Gunakan hand sanitizer berbasis alkohol yang setidaknya mengandung alkohol 70 persen hanya jika air dan sabun tidak tersedia.

– Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.

– Sebisa mungkin hindari kontak dengan orang yang sedang sakit.

– Menjaga jarak setidaknya satu meter selama berada di luar rumah.

– Mengenakan masker

Pilihan Tempat Bersalin

Tempat bersalin baik itu di klinik, rumah sakit, atau di rumah memiliki manfaat dan risikonya masing-masing. Di masa pandemi ini sebaiknya memilik tempat teraman untuk melahirkan, misalnya rumah sakit atau klin bersalin yang sudah terakreditasi, sehingga memiliki alat dan fasilitas yang lebih memadai, dengan begitu ketika timbul komplikasi akan lebih cepat tertangani.

Uji Cepat atau PCR

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Pusat Pertamina, dr Triani Ismella, SpOG menyampaikan bahwa tes uji cepat (rapid test) atau PCR dengan swab wajib dijalani oleh ibu hamil sekaligus yang akan mendampingi melahirkan. Hal ini sesuai dengan protokol kesehatan di rumah sakit.

“Tes ini wajib dilakukan oleh ibu hamil dan yang akan mendampingi melahirkan. Jika sudah pernah dilakukan tes tapi sudah lewat dari dua pekan, maka wajib dites lagi,” ungkapnya dilansir dari Detik.

Metode Persalinan

POGI menyebut, sampai saat ini belum ada bukti klinis kuat merekomendasikan salah satu cara persalinan, jadi persalinan berdasarkan indikasi obstetri dengan memperhatikan keinginan ibu dan keluarga.

Pilihan operasi caesar biasanya diwajibkan bagi bumil dengan masalah gangguan respirasi yang membutuhkan persalinan segera atau infeksi herpes genital, HIV, maupun kehamilan dengan posisi janin yang tidak normal.

Meminimalisir Jumlah Pendamping

Upaya untuk meminimalisir risiko penularan COVID-19 bagi ibu hamil adalah meminimalkan jumlah anggota keluarga yang memasuki ruang bersalin. Hanya satu orang pendamping baik suami atau anggota keluarga lain yang bisa menemani pasien.

Selain itu, orang yang menemani pun harus diinformasikan mengenai risiko penularan dan disarankan memakai APD yang sesuai saat menemani pasien. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat