Perdudikes dan IDI Gaet RS Al Irsyad Kerja Sama Tingkatkan Kompetensi Dokter Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Kemarin (30/6), telah terlaksana seminar hasil kerjasama Perhimpunan Dokter Umum Dinas Kesehatan (Perdudikes) Kota Surabaya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan RS Al Irsyad Surabaya. Acara tersebut mengambil tempat di Hotel Grand Dafam Surabaya.

Kerja sama ini dilatarbelakangi atas kepedulian fasilitas kesehatan tingkat kedua terhadap fasilitas kesehatan tingkat pertama, demikian kata Dokter Syarwani, selaku panitia dalam acara tersebut. Berangkat dari berbagai masalah yang dialami fasilitas kesehatan tingkat pertama ketika merujuk pasien ke fasilitas kesehatan tingkat kedua.

Dalam hal ini, fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan klinik pratama. Sedangkan, fasilitas kesehatan tingkat kedua adalah rumah-rumah sakit.

“Sebanyak 10 penyakit yang umum terjadi pada pasien yang berobat di Puskesmas, 8 di antaranya sebenarnya bisa ditangani oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat kedua,” ungkap dr. Anang Juniady Sukma AK, Ketua Perdudikes Kota Surabaya.

Berangkat dari masalah tersebutlah, Perdudikes dan IDI menggandeng RS Al Irsyad untuk meningkatkan kompetensi para dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Diimbuhkan oleh Dokter Syarwani, kerja sama ini telah berlangsung sejak 2018. Pada tahun 2018, seminar ini telah diadakan 4 kali. Dan seminar yang berlangsung kemarin adalah yang kedua kalinya pada tahun 2019 ini.

“Hampir tiap tahun dan tepat dengan Milad RS, RS Al Irsyad selalu mengadakan seminar-seminar kesehatan. Baik untuk tenaga-tenaga kesehatan maupun orang-orang awam. Ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial rumah sakit pada lingkungannya,” tutur pria yang juga panitia seminar itu.

Pentingnya Ketatalaksanaan Kasus Gawat Darurat

Tema pada seminar kali ini adalah “Penatalaksanaan Kasus Gawat Darurat bagi Dokter Layanan Primer”. Pada seminar kali ini dibagi ada 4 materi yang dipaparkan. Pada materi pertama disampaikan oleh dr. Poerwadi, Sp.B., Sp.BA(K), pakar bedah anak RS Al Irsyad Surabaya. Materi yang dibawakannya seputar pertolongan pertama pada anak, yang umumnya bisa dimobilisasi oleh para dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Kemudian, pada materi kedua adalah materi ringan yang membangun antusias para peserta yang hadir. Di materi ini, Pulung Siswantara, S.KM., M.Kes, seorang stand up comedian sekaligus dosen di Universitas Airlangga Surabaya menjadi pengisi materi tentang nilai-nilai keselamatan dalam masyarakat dan diselingi dengan canda-candaan yang membawa gelak tawa peserta.

Pada materi ketiga kembali diisi oleh dr. M. Hardian Basuki, Sp.OT(K) yang juga dokter orthopedi di RS Al Irsyad Surabaya. Ia menyampaikan perihal-perihal mobilisasi pada pasien dengan kasus fraktur. Lalu, di materi keempat diisi oleh dr. Nova Primadina, Sp.BP-RE, dokter spesialis bedah plastik di RSI Al Irsyad Surabaya. Dalam presentasi materinya, Dokter Nova mengungkapkan betapa pentingnya pengetahuan pertolongan pertama pada luka bakar sebelum perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat kedua.

Dan pada materi terakhir dibawakan oleh dr. Aloysius Tri Joehantono, M.H, seorang dokter salah satu Puskesmas di Surabaya. Pada materinya, ia menerangkan tentang etika-etika profesi dan penanganan barang bukti kecelakaan serta hal-hal lain dalam dunia kesehatan yang terkait dengan hukum.

Banyak pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan para peserta menandakan antusias peserta yang cukup tinggi. Kurang lebih 200 orang menghadiri acara seminar itu dari berbagai Puskesmas serta klinik pratama di Kota Surabaya.

“Kami berharap pengetahuan mereka meningkat, dan ini juga sebagai refreshment ilmu mereka agar ketika bekerja di lapangan, pelaksanaannya dapat lebih baik dan sesuai prosedur,” ungkap Dokter Anang.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat