Penuhi Asupan Probiotik Berguna Jaga Imunitas Tubuh

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Sistem pencernaan merupakan bagian dari sistem imun manusia. Karenanya, untuk meningkatkan kekebalan tubuh, peran probiotik atau bakteri baik pencernaan sangat diperlukan. Apalagi, menjaga sistem kekebalan tubuh penting untuk menghindari penyakit yang disebabkan oleh virus, terutama yang kini tengah menjadi pandemi.

Selain tindakan pencegahan dengan penerapan physical distancing (jarak fisik), menjaga asupan gizi disertai dengan pola hidup sehat dan bersih, serta rajin berolahraga, kita juga harus lebih memperhatikan kesehatan saluran pencernaan sebagai langkah meminimalisasi terpaparnya serangan virus korona jenis baru. Ini agar sistem kekebalan tubuh kuat dalam mencegah paparan virus.

dr. Ari Fahrial Syam mengatakan, lebih dari 70 persen sistem imun manusia berada dalam saluran cerna. Selain itu, ada lebih dari 100 triliun bakteri hidup dengan harmoni yang sempurna di dalam usus manusia. Bakteri-bakteri inilah yang membantu mencerna makanan, menghilangkan racun, memproduksi molekul aktif, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

“Sistem pencernaan merupakan bagian dari sistem imun manusia, dengan 80 persen sistem imun manusia berada dalam saluran cerna. Sebagian besar penyakit juga masuk dari sistem pencernaan. Itu sebabnya, keseimbangan flora dalam usus harus dijaga,” papar dr. Ari, melansir Kompas.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga sistem saluran pencernaan guna memelihara kesehatan tubuh. Sistem kekebalan tubuh yang kuat akan dapat membantu kita terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri merugikan dan virus berbahaya.

Keseimbangan komunitas mikroba dalam saluran cerna sendiri sangat dipengaruhi oleh genetik, dan gaya hidup yang termasuk di dalamnya kondisi kesehatan, terapi obat-obatan khususnya antibiotik, serta usia.

Saluran cerna yang banyak didominasi bakteri jahat akan dipenuhi berbagai jenis racun, senyawa pembusuk, dan karsinogen yang dihasilkan bakteri jahat, “Ini berdampak negatif bagi kesehatan, dari yang ringan, seperti turunnya daya tahan tubuh, infeksi penyakit, sembelit, hingga kanker kolon,” imbuh pria yang merupakan konsultan lambung dan pencernaan RS.MH.Thamrin, Jakarta tersebut.

Karenanya, kesehatan saluran pencernaan tergantung pada banyaknya bakteri baik atau probiotik di dalamnya. Probiotik, jika jumlahnya memadai, yakni sekitar satu juta hingga satu triliun, maka akan memiliki peran yang luar biasa. Ini karena bakteri baik akan menghasilkan antibiotika alami yang menjaga keutuhan dinding usus, proses metabolisme, dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Sebuah penelitian di Wuhan oleh Xu,Kaijin,et.al (2020) Prime Pubmed dan Slim Hyun-tai (2020) Korea Biomedical Review menyebutkan, pada pencernaan yang mengalami ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat (disbiosis) memiliki risiko lebih tinggi terjangkit COVID-19.

Saat jumlah probiotik Bifidobacterium dan Lactobacillus di usus menurun, akan menyebabkan ketidakseimbangan di usus (Gut Dybiosis). Hal itu akan menurunkan produksi zat imun tubuh, antara lain IgA, CD4+, sel limfosit B, dan T, IL-10 oleh probiotik.

Akibatnya, virus yang masuk ke tubuh tidak bisa dibunuh oleh makrofag tubuh. Sehingga terjadi reaksi radang di tubuh, terutama paru-paru, akan menjadi progresif. Akibat yang lebih parah yaitu gejala sesak napas akibat COVID-19 akan memberat dan semakin memburuk, serta terjadi penurunan oksigen di seluruh tubuh.

Dari penelitian itu, dapat diketahui bahwa menjaga kesehatan pencernaan, khususnya usus mampu membantu manusia menangkal virus korona. Probiotik mampu menjaga kesehatan usus yang otomatis bisa meningkatkan daya tahan tubuh. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat