Pentingnya Sterilisasi Peralatan Bayi, Bantu Tumbuh Kembang Anak

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Kebersihan peralatan makan atau menyusui pada bayi harus dipastikan dengan baik. Hal itu sangat penting karena dapat berperan mendukung tumbuh kembang bayi. Dengan demikian, sterilisasi pada peralatan bayi ini pun penting dilakukan oleh orang tua.

Prioritas utama orang tua, adalah mengupayakan kebutuhan nutrisi pada bayi terpenuhi, serta memastikan bayi tidak mengalami sakit. Karenanya, orang tua perlu menyadari hal kecil yang berperan dalam menyumbang infeksi penyakit kepada bayi, yaitu kebersihan peralatan makan bayi.

Dokter Spesialis Anak, dr. Melanie Yudiana Iskandar mengungkapkan, infeksi masih menjadi salah satu penyebab umum penyakit pada bayi yang menjadi pasiennya. Ini sering terjadi akibat kurangnya memerhatikan kebersihan, seperti tidak mencuci tangan atau mencuci peralatan menyusui dan makanan bayi dengan baik dan benar.

Hal itu terutama, bagi peralatan yang bersentuhan langsung dengan Air Susu Ibu (ASI) dan dimasukkan ke mulut bayi yang sangat perlu dijaga kebersihannya, “Seperti pompa ASI, kantong ASI perah, dan peralatan makan bayi, harus bersih dan terbebas dari berbagai macam kuman dan bakteri,” sebut dr. Melanie.

Proses sterilisasi ini pun harus dilakukan mengingat air yang digunakan untuk membersihkan peralatan bisa saja bukan air yang benar-benar bersih. Kuman, bakteri, dan virus juga bisa saja tertinggal di bagian yang tak tersentuh saat pencucian.

Kebiasaan menumpuk peralatan makan dan minum bayi yang kotor untuk kemudian dibersihkan sekaligus nantinya pun juga sangat tidak dianjurkan dalam hal ini, “Penundaan waktu mencuci, akhirnya membuat bakteri punya kesempatan untuk tumbuh,” imbuhnya.

Meski demikian, terlalu obsesi dalam menjaga kebersihan juga tidak begitu baik bagi tumbuh kembang bayi. Oleh sebab itu, tidak perlu semua permukaan dilap sampai mengkilap, karena lingkungan yang terlalu steril juga bisa mempersulit perkembangan imunitas sang buah hati.

“Sistem imun anak memang masih berkembang, namun memastikan kebersihan alat makan dan menyusuinya tetap harus dilakukan,” terangnya dilansir dari Kompas.

Bakteri yang ada di rumah akan secara mudah terekspos oleh anak, dengan begitu sistem imunnya akan belajar melindungi diri. Akan tetapi, terekspos oleh bakteri dan kuman di sini bukan berarti terekspos dalam jumlah besar, karena tentu akan tidak baik bagi sistem imun bayi.

Misalnya, terekspos bakteri dari peralatan atau makanan yang tidak higienis dan tangan yang tidak bersih saat memegangnya, maka imun bayi akan sulit mempertahankan diri, sehingga bayi dapat mudah sakit.

Terkait nutrisinya, Melanie menekankan ASI sudah mengandung semua nutrisi yang diperlukan oleh bayi untuk enam bulan pertama. Untuk itu, sebaiknya ibu memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, kemudian dilanjutkan lagi hingga anak berusia dua tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat