Pentingnya Lakukan Berbagai Jenis Skrining Sebelum Menikah

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah atau pranikah (pre-marital check-up) sangat penting bagi calon pasangan suami istri untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing sebelum memiliki anak.

Skrining pranikah ini juga baik untuk mencegah berbagai penyakit pada calon bayi. Akan tetapi, kesadaran masyarakat untuk melakukan skrining pranikah masih rendah di Indonesia. Padahal, melalui pemeriksaan ini, dapat diketahui seberapa besar masalah kesehatan pada perempuan yang ingin hamil.

Berikut ini, 6 jenis skrining pranikah yang dapat dilakukan calon pasangan suami istri, antara lain:

Pemeriksaan fisis dan laboratorium sederhana

Pemeriksaan ini mencakup berat badan, tekanan darah, gula darah, dan darah Perifer lengkap. Pemeriksaan darah Perifer lengkap untuk mengetahui kadar sel darah merah, hemoglobin (Hb), sel darah putih, dan Trombosit.

Sekitar 45 persen ibu hamil mengalami anemia atau kurang sel darah merah. Karenanya, perlu waspada jika diketahui anemia pada pemeriksaan Hb yang terindentifikasi berkurang.

Pemeriksaan ke arah pembawa sifat (carrier) thalassemia

Kedua calon pengantin harus memeriksa kesehatan sebagai kemungkinan carrier atau pembawa sifat thalassemia. Jika memiliki gen pembawa sifat, kita bisa berisiko melahirkan anak dengan thalassemia atau kelainan darah yang diturunkan dari orang tua.

Pemeriksaan kadar D3

Kadar vitamin D3 menjadi salah satu pemeriksaan pranikah yang penting dilakukan. Pasalnya, kadar D3 ini bisa meningkatkan kekebalan tubuh dan baik untuk kesehatan tulang, gigi, dan otot.

Ada lebih dari 95 persen ibu hamil dan perempuan subur memiliki kadar vitamin D yang rendah. Ketika kadar vitamin D3 seorang wanita tidak baik, dia bisa melahirkan bayi dengan risiko alergi yang tinggi.

Vitamin D3 juga dapat diperoleh dari sinar matahari.

Pemeriksaan penyakit menular

Skrining ini bisa membantu ibu mengetahui apakah dirinya tertular penyakit, seperti hepatitis B dan C, HIV/AIDS, atau sifilis. Pada ibu yang terinfeksi hepatitis B, 90 persen bayinya akan tertular setelah lahir. Bayi dari ibu yang memiliki hepatitis B juga harus diberikan imunoglobin dan vaksin segera setelah lahir.

Pemeriksaan TORCH

Skrining ini penting dilakukan sebelum ibu memiliki anak. Infeksi toksoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, maupun herpes simplex atau biasa disebut TORCH dapat menular dari ibu ke anaknya pada masa kehamilan. Anak yang lahir dengan TORCH bisa mengalami sakit herpes dan kebutaan.

Pemeriksaan organ reproduksi

Pemeriksaan organ reproduksi perlu dilakukan kedua pasangan yang ingin memiliki anak, karena melalui organ inilah, terjadi proses pembuahan.

Jika membutuhkan informasi atau ingin mendaftar untuk pelayanan di Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, dapat menghubungi 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat