Pentingnya Konsumsi Variasi Makanan dan Berjemur untuk Tingkatkan Imunitas

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Di tengah pandemi COVID-19 dan berbagai upaya penerapan protokol pencegahan, masyarakat dalam beradaptasi pun dituntut untuk membiasakan berbagai hal, termasuk berjemur dan mengonsumsi berbagai makanan untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Meski sudah mewabah sejak akhir Desember 2019 di Kota Wuhan, hingga saat ini kajian tentang gizi terkait COVID-19 masih sangat terbatas karena kemunculannya yang masih dibilang baru. Sehingga dalam hal gizi ini, menurut Perdana Samekto T. S., M.Sc, RD dari Fakultas Kedokteran UGM, para akademisi masih berpatokan pada hasil riset yang dinilai mendekati penyakit yang disebabkan SARS-Cov-2 ini, yaitu MERS serta SARS-Cov-1.

Berdasarkan riset-riset tersebut, para akademisi gizi mengingatkan bahwa perhatian terhadap gizi mikro, seperti vitamin sama pentingnya dengan gizi makro berupa protein, lemak, karbohidrat, serta kalori yang wujudnya lebih mudah terlihat.

“Karena konkrit dampak yang dihasilkan makro nutrient itu bisa terlihat pada kondisi tubuh, maka kita cenderung lebih awas ketika terjadi kekurangan, sementara mikro nutrient, meski tidak terlihat langsung namun sangat berpengaruh pada imunitas tubuh,” ujarnya dalam Webinar Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Rabu (13/5) yang bertema bertema “Tata Laksana Gizi dan Pengendalian Infeksi pada COVID-19: Isolasi Mandiri dan Pasca Rawat Inap Rumah Sakit”.

Perdana pun mengingatkan, kondisi malnutrisi, baik itu kekurangan maupun kelebihan akan meningkatkan faktor risiko terpapar infeksi serta mempengaruhi masa perawatan dan kemungkinan sembuh. Terkait imunitas, riset menyatakan peranan vitamin C, selenium, serta lemak omega 3. Sementara, yang harus dihindari adalah pasokan garam yang menurut riset merupakan pintu masuk bagi virus.

“Penelitian menemukan kegagalan tubuh melawan bakteri karena tingginya garam. Selain itu, perhatikan pula pasokan tablet tambah darah yang ternyata harus diwaspadai karena justru bisa menjadikan situasi yang kondusif bagi virus COVID-19,” paparnya seperti melansir laman resmi PERSI.

Terkait dengan kecenderungan masyarakat berburu suplemen, Perdana mengungkapkan, pasokan melalui suplemen itu hanya akan efektif pada kondisi tubuh yang memang mengalami kekurangan pasokan vitamin tertentu, sementara pada kondisi tercukupi, suplemen tidak akan banyak berpengaruh.

“Jadi ketika seseorang mengonsumsi vitamin C misalnya, jika memang kondisi tubuhnya sangat kekurangan, akan terjadi perbaikan yang sangat signifikan. Tapi jika kebutuhan vitamin C sebenarnya telah terpenuhi dari makanan dan minuman sehari-hari, kehadiran suplemen itu tidak akan terlalu berdampak,” jelas Perdana.

Selain itu, mengonsumsi jenis ikan yang bisa meningkatkan imunitas juga bisa dilakukan, yaitu dengan mengonsumsi tongkol dan bandeng. Namun, ia juga mengingatkan, variasi jenis makanan jauh lebih penting, sehingga walaupun jenis makanan tertentu dapat diprioritaskan, tetapi masyarakat juga harus memperhatikan keseimbangan gizi yang hanya bisa diperoleh jika asupan makanan dan minuman itu beraneka ragam.

“Makanlah yang bervariasi agar terjadi kecukupan gizi, jangan terfokus pada sala satu jenis saja sehingga justru akan menimbulkan tubuh malnutrisi sehingga imunitas terganggu.”

Sementara terkait vitamin D yang salah satunya dihasilkan dari sinar matahari, Perdana mengingatkan bahwa mikro nutrient ini telah terbukti efektif untuk meningkatkan imunitas tubuh. Kondisi Indonesia dengan paparan sinar matahari berlimpah harus dimanfaatkan dengan cara berjemur secara rutin.

Untuk waktu berjemur, riset menyatakan, makin pagi, yaitu pukul sembilan pagi dibandingkan dengan 12 siang, kadar vitamin D yang dihasilkan lebih intens di siang hari, “Sehingga cukup dilakukan dalam waktu lebih singkat 15 menit, sedangkan di pagi hari butuh 75 menit,” kata Perdana. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat