Penjelasan Dokter Terkait Tes COVID-19 untuk Anak

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Pemeriksaan COVID-19 pada anak kerap menjadi kekhawatiran orang tua. Selain khawatir akan hasil positif COVID-19, orang tua juga khawatir jika anak akan menjalani tes swab, baik dengan antigen maupun PCR karena petugas harus mengambil spesimen anak melalui usap nasofaring.

Seperti yang diketahui, ada beberapa macam pemeriksaan COVID-19, seperti tes antibodi, swab antigen atau swab PCR. Tes swab dengan antigen maupun PCR menjadi pemeriksaan yang menjadi perhatian orang tua karena bahkan pada orang dewasa, tes swab ini bisa menimbulkan reaksi perih di area hidung hingga sakit kepala.

Lalu bagaimana tes COVID-19 pada anak sebenarnya?

Dokter Spesialis Anak, Galuh Hardaningsih mengatakan, tes swab baik dengan metode antigen atau PCR bisa dilakukan bahkan pada bayi. Namun, idealnya tes COVID-19 pada anak dilakukan dengan metode PCR karena tingkat akurasi lebih tinggi.

Begitu pula yang disampaikan oleh Dokter Spesialis Paru, Meita Hendrianingtyas bahwa ada beberapa kendala yang mungkin dihadapi saat tes swab pada anak.

Pada bayi, pemeriksaan swab mungkin tidak menimbulkan masalah karena tidak ada perlawanan. Namun, pada anak usia empat tahun ke atas, mungkin akan ada perlawanan ke petugas medis.

Dengan begitu, Mieta pun mengungkapkan alternatif pemeriksaan COVID-19 pada anak yang bisa dilakukan pada orang dewasa yang terdekat dengan anak. Misalnya pemeriksaan pada orang tua, sebab orang tua baik ayah atau ibu lebih dekat dengan anak sehingga kemungkinan kontak lebih banyak. Jika anak terpapar COVID-19, maka sang ibu kemungkinan juga akan terpapar, begitu juga sebaliknya.

“Kalau dari pengalaman selama ini, ketika anak enggak kooperatif, maka kami anjurkan tes swab pada yang paling dekat dengan anak, misalnya ke ibu. Ketika ibu positif COVID-19, ya, dianggap bayi atau anaknya itu positif,” ujarnya dilansir dari CNN, Selasa (29/6).

Meski demikian, pemeriksaan pada anak pun tetap bisa dilakukan dengan melihat kondisi anak. Jika anak bisa kooperatif dengan pemeriksaan swab, maka tes bisa dilakukan.

Anak Perlu Isolasi Mandiri

Jika dari hasil pemeriksaan menunjukkan anak terpapar COVID-19 namun tanpa gejala atau anak kontak erat dengan pasien COVID-19,  maka harus melakukan isolasi mandiri.

Isolasi mandiri pada anak bisa dilakukan bersama orang tua atau orang dewasa lainnya yang juga positif COVID-19. Jika dalam satu rumah ibu dan anak atau ayah dan anak positif COVID-19, maka isolasi mandiri bisa dilakukan bersamaan.

Jangan lupa untuk memperhatikan kebutuhan makanan, minuman, hingga keperluan sehari-hari anak yang harus terpenuhi.

Konsultasikan gangguan kesehatan Anda pada dokter yang ahli di bidangnya. Untuk informasi lebih lanjut pelayanan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, dapat menghubungi 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916 (chat only).

Pendaftaran pasien secara online melalui website dapat dilakukan di sini atau melalui aplikasi Pendaftaran Online RS Al Irsyad Surabaya yang dapat diunduh terlebih dahulu di http://bit.ly/mobileapprsalirsyad. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat