Penggunaan Masker Scuba Tak Efektif Cegah Penularan COVID-19

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Dalam perkembangan adanya pandemi virus korona di Indonesia, masyarakat diimbau untuk senantiasa menggunakan masker, utamanya masker kain berbahan katun sebanyak tiga lapis. Namun, ada pula masker berbahan scuba dan buff yang kerap digunakan masyarakat, yang ternyata kini diumumkan bahwa penggunaannya sangat tak disarankan karena tak efektif mencegah penularan.

Sudah hampir tujuh bulan virus korona melanda Indonesia sejak diumumkannya kasus pertama pada bulan Maret. Berbagai jenis masker pun dijual di pasaran. Untuk pemakaian sehari-hari, masyarakat pada umumnya disarankan menggunakan masker kain yang tak hanya dapat digunakan berkali-kali, tapi juga dapat mengurangi efek pencemaran lingkungan dari adanya sampah masker sekali pakai.

Masker scuba dan jenis buff pun menjadi salah satu masker yang kerap digunakan. Namun belakangan, masker tersebut diimbau untuk tak digunakan, “Masker scuba atau buff terlalu tipis, sehingga kemungkinan tembus lebih besar,” ujar Juru bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (15/9). Sementara itu, dr. Mahatma Sotya Bawono SpTHT-KL pun menjelaskan, bahwa masker scuba tidak efektif memberi perlindungan dari penularan virus SARS-CoV-2 karena kemampuan penyaringan masker yang sangat minim, yakni mulai dari nol hingga lima persen.

Itu artinya, masker scuba tidak cukup untuk memberikan perlindungan bagi penggunanya maupun orang lain dari virus korona. Mahatma menyebut, pemakaian masker scuba kurang efektif dalam melindungi area hidung dan mulut terhadap percikan liur, tetesan liur, dan partikel liur yang mungkin terpapar virus.

“Masyarakat disarankan memakai masker kain tiga lapis yang miliki efektivitas penyaringan partikel 50 hingga 70 persen,” kata Mahatma yang merupakan dokter spesialis telinga hidung tenggorok kepala leher RSA Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Jumat (18/9).

Mahatma menjelaskan, masker scuba terbuat dari bahan tipis elastis yang hanya terdiri dari satu lapisan kain. Selain itu, bahan yang elastis justru menjadikan masker itu memiliki kecenderungan merenggang saat dipakai, “Bahannya elastis, sehingga serat atau pori-pori masker menjadi longgar atau membesar. Jadi meski pakai masker scuba berlapis-lapis akan sia-sia karena bahannya melar,” ujar Mahatma.

Karenanya, demi mencegah penyebaran virus korona, ia meminta masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan. Selain menggunakan masker dari bahan tepat dan cara pemakaian yang benar, masyarakat diharapkan tetap menjaga jarak.

“Selain itu, biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjalani pola hidup bersih dan sehat,” kata Mahatma. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat