Penderita COVID-19 Diwajibkan Ibadah Ramadan di Rumah

Rsalirsyadsurabaya.co.id – COVID-19 yang masih menjadi momok di Indonesia membuat beberapa pihak khawatir melaksanakan ibadah Ramadan secara berjemaah. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun mewajibkan para penderita COVID-19 untuk beribadah Ramadan di rumah.

Hal itu tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah di Bulan Ramadan dan Syawal Tahun 1442 Hijriah bertanggal 12 April 2021, “Umat Islam yang terpapar COVID-19 atau yang dalam kondisi sakit yang rentan terpapar COVID-19 diwajibkan melaksanakan ibadah Ramadan di rumah,” ujar Ketua MUI Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh dalamkonferensi pers virtual, Selasa (13/4).

Adapun ibadah di bulan Ramadan yang dimaksud meliputi pelaksanaan salat fardu, tarawih, witir, tadarus, qiyamullail, dan iktikaf. Pada dasarnya, pelaksanaan ibadah tersebut merujuk Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19.

Sejalan dengan itu, MUI meminta supaya pelaksanaan salat tarawih secara berjemaah yang dilaksanakan di musala, masjid, aula kantor, dan tempat umum lainnya harus tetap menjaga protokol kesehatan, “Seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” kata Asrorun.

Sejalan dengan kebijakan pemerintah tentang pelonggaran aktivitas ibadah, imbuh Asrorun, umat Islam dianjurkan untuk mensyiarkan dengan berbagai aktivitas ibadah, “Termasuk ibadah yang melibatkan orang banyak (berjemaah) seperti salat lima waktu, salat tarawih, salat witir, tadarus bersama, dan qiyamullail, serta majelis taklim dan pengajian,” paparnya.

Kemudian, ia juga menambahkan bahwa jika seorang yang mengidap COVID-19 memaksa untuk beribadah di ruang publik, ia telah melakukan hal yang mengandung keharaman. Asrorun mengungkap, COVID-19 berpotensi menular ke orang lain, sehingga dalam batas tertentu, hal tersebut bisa dihukumi haram ibadahnya.

“Ini terkait dengan keputusan pemerintah dalam menekan penyebaran COVID-19. Kami juga menyarankan agar masyarakat bahu membahu menekan penyebaran COVID-19,” kata dr. Salim Ubaid, Manajer Pelayanan Medis RS Al Irsyad.

Untuk informasi pelayanan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, dapat menghubungi 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916 (chat only).

Pendaftaran pasien secara online melalui website dapat dilakukan di sini atau melalui aplikasi Pendaftaran Online RS Al Irsyad Surabaya yang dapat diunduh terlebih dahulu di http://bit.ly/mobileapprsalirsyad. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat