Pelayanan Kehamilan pada Masa Pandemi di RS Al Irsyad Surabaya

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Pada masa pandemi COVID-19 saat ini, pelayanan untuk ibu hamil di Rumah Sakit (RS) Al Irsyad Surabaya dilakukan dengan perubahan yang terjadi pada proses pemeriksaan Antenatal Care (ANC), yakni membatasi jumlah kunjungan atau kontrol selama masa kehamilan.

Pemeriksaan ANC adalah pemeriksaan kehamilan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada ibu hamil secara optimal, hingga mampu menghadapi masa persalinan, nifas, menghadapi persiapan pemberian ASI secara eksklusif, serta kembalinya kesehatan alat reproduksi dengan wajar.

dr. Ariefandy Pambudi, Sp.OG dalam siaran radio bersama Suara Muslim Surabaya pada Sabtu (19/9) menyampaikan, bahwa yang perlu dicermati adalah masa awal pemeriksaan ANC dengan tetap sesuai standar memakai prosedur dan protokol yang terdapat di buku KIA berwarna merah muda.

Hanya saja, ia menjelaskan, jika yang mengalami perubahan saat ini adalah proses yang dilakukan selama pemeriksaan ANC. Jika umumnya ada K1 hingga K4 atau jumlah kunjungan, bisa juga kontrol tiap bulan di tiap trimester kehamilan, namun selama masa pandemi, jumlah kunjungan dikurangi.

“Hal inilah yang mengalami perubahan, yaitu pada trimester pertama diharapkan cukup satu kali dan dilakukan skrining untuk melihat apakah ada keluhan ataupun gejala yang terkait infeksi, sekaligus dilakukan pemeriksaan terkait riwayat kesehatan berisiko, seperti ada diabetes, hipertensi atau hal lainnya, itu akan kita periksa di awal,” jelasnya.

Sedangkan pada trimester yang kedua juga hanya dilakukan satu kali kunjungan untuk melakukan skrining pada kondisi ibu hamil atau adakah kelainan-kelainan yang terjadi pada janin. “Pada trimester kedua ini ada yang menganjurkan untuk tidak perlu dilakukan kunjungan,” imbuhnya.

Kemudian, pada trimester ketiga, barulah boleh dilakukan kunjungan lebih rutin dan intens mengingat pada kondisi tersebut sudah mendekati proses persalinan. Sesuai dengan yang telah disepakati oleh instansi-instansi terkait, pada usia kehamilan yang sudah aterm atau diatas 37 minggu, diminta untuk melakukan swab test, sebagai bentuk proteksi diri bagi ibu hamil dan janinnya.

“Keputusan ini mungkin bisa jadi tidak sama antar rumah sakit karena mengingat fasilitas dan lain sebagainya. Mungkin masih ada yang menggunakan rapid test dan dikombinasi dengan rontgen, atau lain sebagainya. Asalkan tidak ada gejala dan lain sebagainya. Alhamdulillah di RS Al Irsyad sudah disediakan pemeriksaan baik swab test maupun rapid test,” terangnya.

Dalam hal ini, dr. Ariefandy mengingatkan, hal yang tak kalah penting dilakukan adalah triase atau pengecekan awal pada saat pasien masuk di depan rumah sakit ataupun di poli, “Harus dilakukan skrining terlebih dahulu dan adanya anamnesa menggali kondisi lebih dalam dari pasien,” tuturnya.

Selain itu, ia juga memaparkan jika inti dari memutus rantai penyebaran COVID-19, terapi yang tepat dilakukan saat ini adalah mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, rajin cuci tangan, dan yang terpenting tetap jaga jarak. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat