Pastikan Alat Ini Tersedia Saat Isolasi Mandiri

Rsalirsyadsurabaya.co.id –  Pada orang-orang tanpa gejala COVID-19, mereka lebih disarankan untuk melakukan isolasi secara mandiri. Namun, isolasi ini tidak serta merta dilakukan sembarangan. Ada beberapa alat yang penting ada ketika melakukan isolasi mandiri.

Dokter umum yang juga kandidat PhD bidang Medical Science di Kobe University, dr. Adam Prabata, menyebutkan, setidaknya ada dua perangkat yang esensial untuk disediakan di rumah saat menjalani isolasi mandiri Covid-19. Dua alat itu adalah pulse oximeter dan termometer.

“Kalau setahu saya yang penting di rumah itu kalau konteksya alat pemeriksaan adalah pulse oximeter dan termometer,” kata dr. Adam dikutip dari Kompas, Minggu (14/2).

Kedua alat tersebut dianggap penting untuk mengetahui perkembangan kondisi penderita, apakah stabil, atau mengalami penurunan. Ia mengatakan, pemantauan kondisi melalui kedua alat ini sebaiknya dilakukan secara konsisten pada waktu yang sama.

“Keduanya baiknya dilakukan pemeriksaan setiap pagi dan hasilnya dicatat. Sebetulnya enggak ada aturan pasti harus pagi atau sore harinya, itu untuk pengingat saja, mau lebih sering juga silakan,” jelas dia.

Sementara, untuk oksigen, Adam menyebutkan, belum ada anjuran yang dikeluarkan untuk menyediakannya di rumah selama masa isolasi mandiri. Jika ada hasil pengukuran yang tidak baik, maka pasien harus segera melapor ke fasilitas kesehatan untuk segera mendapat tindak lanjut.

Ia menjelaskan, manusia normal memiliki saturasi oksigen di atas 94 persen saat diukur menggunakan pulse oximeter. “Untuk saturasi oksigen itu, jika (angkanya) 93-94 kita harus lapor ke RS atau fasilitas kesehatan terdekat, sedangkan kalau 92 dan ke bawahnya itu segera telepon ambulans atau langsung ke IGD,” kata dia.

Kemudian, penggunaan termometer diletakkan di ketiak, tidak demikian dengan oximeter. Ada cara yang harus diikuti agar hasil yang muncul sesuai dengan kondisi orang yang menggunakannya. “Untuk oksimeter ada panduannya dari NHS, yaitu lepas semua cat kuku atau kuku palsu, hangatkan tangan terlebih dahulu bila dingin, istirahat 5 menit sebelum diperiksa, posisikan tangan setinggi dada area jantung,” kata Adam.

“Gunakan pulse oximeter di jari telunjuk atau tengah, pasang minimal 1 menit bisa lebih bila hasilnya berubah-ubah kemudian catat angka tertinggi yang tidak berubah selama 5 detik, dan jangan terbalik (membaca angka) antara denyut nadi dan saturasi oksigen,” ujar dia.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat