Pasca Sembuh dari COVID-19, Ini yang Bisa Dilakukan

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Dinyatakan sembuh dari COVID-19 menjadi kabar bahagia bagi setiap orang yang telah terinfeksi. Namun, virus ini meninggalkan efek samping meski inang manusianya telah sembuh. Maka dari itu, mereka diimbau untuk melakukan sejumlah pemeriksaan kesehatan.

Praktisi klinik, edukator pengamat kesehatan, dan relawan COVID-19, Muhamad Fajri Adda’i mengatakan idealnya semua pasien COVID-19 melakukan pemeriksaan darah dan thorax. Akan tetapi, dengan situasi yang tidak memungkinkan seperti sekarang ini, hal tersebut sulit dilakukan apalagi dengan kendala akses kesehatan yang terbatas dan biaya yang tidak murah.

“Sebenarnya kalau untuk idealnya, iya. Karena ada sebagian, pada orang yang tidak bergejala pun, memang pasti ada bercak putih, atau terjadi peradangan infeksi di paru padahal dia enggak bergejala,” kata Fajri.

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada ini mengatakan, rontgen berguna untuk pemeriksaan lanjutan bila ada gejala lain usai pasien COVID-19 menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Menurut Fajri, ahli medis baru bisa melakukan tata laksana pengobatan jika terdapat indikasi yang tidak seharusnya.

“Itu untuk membantu menegakkan diagnosis dan yang namanya dokter melakukan pemeriksaan itu berdasarkan cerita dulu, terus pemeriksaan fisik, baru rontgen dan pemeriksaan penunjang, salah satunya swab,” kata Fajri, dilansir Antara.

Selain rontgen, pasien COVID-19 idealnya juga melakukan pemeriksaan darah, apalagi jika orang tersebut memiliki penyakit bawaan seperti jantung, pembekuan darah, hingga gangguan ginjal. Pemeriksaan darah juga berguna untuk membedakan apakah seseorang menderita COVID-19, DBD atau thypoid, sebab gejala yang ditimbulkan pada penyakit ini sedikit mirip.

“Kalau orang punya komorbid, idealnya dicek di rumah sakit, trombositnya, karena ada yang mirip-mirip juga sama DBD, typhoid. Yang penting cek-cek pembekuan darah, lihat apakah ada pembekuan darah di pembuluh darahnya, itulah kenapa kalau bisa dicek,” ujar Fajri.

Fajri mengatakan 16 persen orang yang terinfeksi COVID-19 mengalami pembekuan darah, terlebih yang memiliki komorbid. Pembekuan darah ini bisa dicegah dengan diberikan obat-obatan agar tidak semakin memburuk. “Idealnya, semua pasien Covid19 di-rontgen, periksa darah juga,” ujarnya.

Sementara itu, kata dr. Syarwani, seorang Manajer Pelayanan dan Operasional Gedung 2 RS Al Irsyad, pasien tidak perlu takut untuk berobat dan berkonsultasi ke rumah sakit. Karena, rumah-rumah sakit memiliki prosedur untuk menjaga pasien beserta staff di lingkungan RS dari potensi penularan COVID-19.

Konsultasikan gangguan kesehatan Anda pada dokter yang ahli di bidangnya. Untuk informasi lebih lanjut pelayanan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, dapat menghubungi 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916 (chat only).

Pendaftaran pasien secara online melalui website dapat dilakukan di sini atau melalui aplikasi Pendaftaran Online RS Al Irsyad Surabaya yang dapat diunduh terlebih dahulu di http://bit.ly/mobileapprsalirsyad. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat