Paradigma Baru Memulai Program Hamil RS Al Irsyad Surabaya

Rumah Sakit (RS) Al Irsyad Surabaya menggelar webinar bertemakan ‘Paradigma Baru Memulai Program Hamil’.

Pembicara utama, dr Ariefandy Pambudi Sp OG mengatakan kegiatan ini untuk membantu kepada pasangan suami-isteri (pasutri) yang belum mempunyai momongan.

Menurutnya, diperkirakan di seluruh dunia ada 3 sampai 7 persen dari pasangan usia subur mengalami masalah infertilitas (salah satu penyebab utama dalam sulitnya mendapat keturunan).

Disebutkannya, berdasarkan data dari BPS 2011, dari total 237 juta penduduk Indonesia, terdapat kurang lebih 39,8 juta wanita usia subur namun 10-15 persen diantaranya dinyatakan tidak subur atau infertil sebanyak 4 sampai dengan 6 juta.

“Data tahun ini saya belum dapatkan tapi diperkirakan angka infertilitas semakin meningkat. Sebenarnya tidak hanya masalah kesuburan saja namun kondisi ini kurang dipahami oleh lingkungan sekitar dan akibatnya tidak ada dukungan emosional kepada pasangan dengan infertilitas ini,” katanya.

Menurutnya, pasutri bila belum diberi momongan, seringkali dianggap hanya menunggu soal waktu.

Baru sekian lama belum mendapatkan momongan, pasutri tersebut menyadari akan hal adanya gangguan tersebut.

“Yang paling penting adalah masalah deteksi serta penanganan sejak dini memiliki prognosis lebih baik,” ujarnya.

Dijabarkannya, secara umum atau definisi, infertilitas merupakan ketidakmampuan satu pasangan untuk mendapatkan kehamilan setelah melakukan hubungan seksual secara teratur selama satu tahun atau lebih tanpa kontrasepsi.

Infertilitas adalah salah satu penyebab utama dalam sulitnya mendapat keturunan.

Secara natural conception atau proses alami itu kurang lebih 70-84 persen pasangan akan hamil dalam tahun pertama menikah apabila tidak menggunakan kontrasepsi.

“Asal dengan siklus menstruasinya yang baik dan usia yang juga berpengaruh dalam hal ini,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kondisi normal seorang wanita bisa hamil. Yang pertama adalah adanya sperma dari suaminya yang baik atau normal.

Kondisi sperma yang baik dilakukan pemeriksaan secara teratur dan adanya pertumbuhan sel telur yang baik dengan bertemu sperma.

“Sebaiknya yang datang ke dokter untuk konseling adalah pasangan suami-isteri jangan hanya salah satu saja. Ada tips bagi pasangan suami-isteri untuk hubungan seminggu maksimal tiga kali. Karena hubungan seksual setiap 2-3 hari akan meningkatkan kemungkinan kehamilan,” jelasnya.

Untuk penyebab gangguan kesuburan bagi laki-laki adalah kualitas sperma yang kurang baik.

Sedangkan untuk wanita adalah faktor oklusi tuba dan gangguan ovulasi, endometriosis yang timbul gejala nyeri saat berhubungan, unexplained yang tidak bisa dijelaskan.

“Gangguan haid berpengaruh pada siklus menstruasinya. Biasanya sampai tidak haid sama sekali beberapa bulan. Keluhan pendarahan. Bisa berdarah, flek menyebabkan infertilitas. Siklus haid yang normal rata-rata 28 hari, masa subur hari ke 12-16 dan hari paling subur ke-14. Tanda masa subur, wanita mengalami peningkatan suhu tubuh basal, cairan vagina lebih kental. Ini saat yang tepat melakukan hubungan agar segera mendapatkan momongan,” paparnya. (Sdi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat