RS Al Irsyad Surabaya

Paparan Gadget di Malam Hari: Bikin Risiko Kanker Makin Nyata?

Di era serba digital, penggunaan gadget seperti smartphone, tablet, atau laptop tidak hanya ramai di siang hari tetapi juga sering dibiarkan menyala hingga malam hari. Kebiasaan ini tidak hanya berdampak pada kualitas tidur dan kesehatan mata, tetapi penelitian menunjukkan bahwa paparan cahaya dari layar elektronik di malam hari bisa berkaitan dengan melonjaknya risiko beberapa jenis kanker tertentu.

Bagaimana Gadget di Malam Hari Bisa Berpengaruh?

Layar gadget memancarkan jenis cahaya yang dikenal sebagai cahaya biru (blue light) spektrum cahaya dengan panjang gelombang pendek dan energi tinggi. Paparan cahaya biru ini, terutama di malam hari, dapat:

  • Mengganggu produksi hormon melatonin, yang berperan penting dalam mengatur siklus tidur dan memiliki sifat antikanker.
  • Mengacaukan ritme sirkadian tubuh (jam biologis 24 jam) yang mengatur banyak fungsi fisiologis termasuk tidur, sistem imun, dan metabolisme.

Ketika ritme sirkadian terganggu, tubuh tidak menerima sinyal gelap–terang yang normal. Akibatnya, produksi melatonin dapat menurun secara kronis, yang dalam jangka panjang diduga berdampak pada kemampuan tubuh untuk menekan perkembangan sel kanker.

Penelitian Mengenai Paparan Cahaya di Malam dan Risiko Kanker

Sejumlah studi ilmiah mengamati hubungan antara paparan cahaya di malam hari termasuk dari layar gadget dan risiko kanker:

1. Disrupsi Ritme Sirkadian dan Kanker Payudara

Penelitian menunjukkan bahwa paparan cahaya buatan pada malam hari dapat menekan melatonin dan berdampak pada ritme sirkadian, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kanker payudara. Hasil ini terlihat pada studi observasional dan penelitian pada pekerja shift malam, yang mengekspos mereka pada cahaya tinggi di waktu seharusnya gelap.

2. Risiko pada Populasi Umum

Meta-analisis dan studi ekologis menyarankan bahwa paparan cahaya buatan secara keseluruhan di malam hari berkaitan dengan peningkatan insiden kanker tertentu, termasuk kanker payudara, kolorektal, dan prostat. Hal ini disebabkan oleh interaksi kompleks antara cahaya malam, melatonin rendah, dan gangguan ritme biologis tubuh.

3. Paparan Layar Gadget sebagai Sumber Cahaya Malam

Walaupun bukti langsung mengenai gadget sendiri dan kanker masih berkembang, penelitian menunjukkan bahwa cahaya dari perangkat elektronik merupakan bagian dari artificial light at night (ALAN) yang bisa berkontribusi pada paparan cahaya di malam hari yang berlebihan.

Paparan Cahaya Biru & Melatonin: Hubungannya dengan Kanker

Melatonin bukan hanya hormon pengatur tidur, tetapi juga memiliki efek antikanker melalui aktivitas antioksidan dan regulasi sel. Ketika produksi melatonin ditekan oleh paparan cahaya malam termasuk dari gadget kemampuan tubuh dalam melawan pertumbuhan sel berbahaya bisa berkurang.

Studi juga menunjukkan bahwa jam biologis yang terganggu karena paparan cahaya malam dianggap sebagai salah satu mekanisme penyebab meningkatnya risiko kanker pada pekerja shift malam, yang sering tidur dalam kondisi terang atau terpapar cahaya kuat saat seharusnya gelap.

Apakah Paparan Gadget Malam Hari Secara Langsung Menyebabkan Kanker?

Penting untuk memahami bahwa tidak ada bukti langsung yang menyatakan gadget secara otomatis “menyebabkan kanker” pada setiap pengguna. Risiko yang dibahas terkait paparan cahaya malam luas termasuk lampu, layar, dan sumber cahaya buatan lainnya yang dapat mengganggu ritme sirkadian dan menekan melatonin. Paparan ini bisa menjadi faktor risiko tambahan, terutama jika dikombinasikan dengan gaya hidup tidak sehat atau faktor genetik lainnya.

Tips Mengurangi Risiko dari Paparan Cahaya Malam

Agar tetap sehat tanpa harus mengorbankan gaya hidup digital, berikut sejumlah langkah yang dapat membantu mengurangi dampak negatif paparan cahaya malam:

  1. Batasi penggunaan gadget minimal 1–2 jam sebelum tidur.
  2. Gunakan mode gelap atau filter blue light pada perangkat elektronik.
  3. Tidur di ruangan yang gelap dan nyaman untuk meningkatkan produksi melatonin alami.
  4. Bangun paparan cahaya alami di pagi hari untuk memperkuat ritme sirkadian.

Paparan gadget di malam hari memang bukan penyebab kanker secara langsung, tetapi cahaya biru yang dipancarkan dapat mengganggu ritme sirkadian dan menekan hormon melatonin, yang secara teoritis dapat meningkatkan risiko perkembangan beberapa jenis kanker tertentu. Dengan memahami cara kerja paparan cahaya dan menerapkan kebiasaan penggunaan yang sehat, kita dapat menurunkan potensi risiko ini dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan

Tim Redaksi

Menyajikan informasi seputar kesehatan, tips medis, dan layanan rumah sakit Al Irsyad Surabaya. Konten ditulis oleh tim profesional dengan dukungan tenaga medis berpengalaman.