Pandemi COVID-19 Picu Stres, WHO Ajak Perhatikan Hal ini Agar Mental Tetap Sehat

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Meluasnya penyebaran Covid-19 di berbagai Negara membuat beberapa orang mengalami stress, baik masyarakat biasa maupun tenaga medis tak terelak dari stres akibat menghadapi pandemi ini. Untuk it, tetap menjaga kesehatan mental menjadi hal yang tidak kalah penting.

Untuk bisa melalui penyebaran COVID-19 secara maksimal, tentu kita perlu melakukan berbagai macam car pencegahan, termasuk salah satunya adalah terus memperhatikan kesehatan mental dan menghindari stres.

Hingga Minggu (22/3) lalu, pasien positif COVID-19 terus bertambah. Pandemi ini pun diakui tak hanya berdampak pada fisik saja, sehingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan panduan khusus menjaga kesehatan psikis di tengah pandemi COVID-19.

Berikut adalah cara menjaga mental tetap sehat sesuai panduan yang dirilis oleh WHO :

Bersikap Empati Terhadap yang Terdampak

WHO dalam pernyataannya mengungkap bahwa pandemi ini telah mempengaruhi orang-orang di seluruh dunia. Baik pengaruh secara fisik maupun psikis dan juga menginfeksi orang-orang di berbagai negara dan wilayah geografis.

Maka dari itu, WHO mengimbau agar orang-orang tak mendiskriminasi etnis tertentu terkait dengan pandemi ini. “Bersikaplah empati terhadap mereka yang terdampak, di negara dan dari negara manapun. Mereka yang mengalami penyakitnya tidak melakukan kesalahan apapun,” tulis WHO.

Kurangi Paparan Pemberitaan

Apabila Anda membutuhkan informasi terkait COVID-19, WHO mengimbau agar mencari langkah praktis untuk persiapan diri. Kumpulkan informasi tersebut dari sumber-sumber yang kredibel. Dengan begitu, Anda mendapatkan fakta bukan hoax.

“Hindari menonton, membaca, atau mendengarkan berita yang membuat merasa cemas dan tertekan. Carilah informasi terkini pada waktu tertentu, sekali atau dua hari sekali. Paparan pemberitaan yang tiba-tiba dan konstan dapat menyebabkan siapapun khawatir.”

Penyebutan Pasien

Dalam rilis resmi WHO juga menyebutkan, untuk tidak menyebut nama para pasien dengan “kasus Covid-19”, “keluarga Covid-19”, “korban Covid-19”. Sebagai gantinya, sebut mereka dengan “orang dengan Covid-19”, “orang yang sedang dirawat karena Covid-19”, “orang yang sembuh dengan Covid-19”.

“(Karena) setelah pulih, hidup mereka akan berlanjut. Pekerjaan, keluarga, dan orang-orang yang mereka cintai.”

Saling Melindungi

Pandemi virus ini menyebar begitu cepat dan masif. WHO meminta pada siapapun untuk tetap melindungi dirinya sendiri dan memberi dukungan pada orang lain. “Membantu orang lain di saat mereka membutuhkan bisa bermanfaat bagi orang lain yang menerima dukungan serta yang membantu.”

Ceritakan Kisah Positif

Paparan pemberitaan yang terkesan membuat cemas dan khawatir masyarakat perlu dihindari. Anda dapat memulai mengurangi kecemasan dan kekhawatiran tersebut pada masyarakat dengan turut membagikan cerita positif dari orang-orang yang sembuh dari COVID-19.

Hargai Perawat dan Petugas Kesehatan

Para tenaga medis telah menjadi garda terdepan yang paling berisiko tertular virus Corona. Namun, mereka tanpa pamrih membantu orang dengan COVID-19 agar lekas pulih. Karena hal ini pula, sudah sebaiknya kita menghargai para tenaga medis.

“Akui peran yang mereka mainkan untuk menyelamatkan hidup dan menjaga orang yang Anda cintai tetap aman,” tulis WHO.

Dengan menjaga kesehatan mental dari diri sendiri, kita dapat turut membantu orang lain juga. Karena, selain para tenaga medis yang membantu orang dengan COVID-19 untuk sembuh, kita juga berperan untuk menjaga orang lain sehat dan tak merasa cemas ataupun khawatir menghadapi wabah ini. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat