RS Al Irsyad Surabaya

Palpitasi Jantung: Detak Jantung Tidak Beraturan yang Sering Terasa di Dada

Palpitasi jantung adalah sensasi tidak nyaman berupa detak jantung yang terasa cepat, berdetak kuat, atau tidak teratur. Banyak orang menggambarkannya seperti “jantung berdebar”, “melompat”, atau “terhenti sebentar lalu berdetak kencang”. Meskipun sering tidak berbahaya, palpitasi dapat menimbulkan kecemasan dan patut dipahami penyebab serta cara mengatasinya.

Gejala Palpitasi yang Sering Terjadi

Palpitasi bisa muncul tiba-tiba dan berlangsung singkat atau beberapa menit. Gejalanya meliputi:

  • Detak jantung terasa cepat, kuat, atau tidak teratur
  • Sensasi berdebar di dada, leher, atau tenggorokan
  • Rasa terkejut di dada
  • Detak yang terasa “meleset”

Banyak orang mengalami palpitasi sesekali setelah beraktivitas berat atau saat cemas, dan hal ini umumnya tidak mengkhawatirkan jika tidak disertai gejala lain.

Penyebab Palpitasi Jantung

Palpitasi dapat dipicu oleh banyak faktor, mulai dari gaya hidup hingga kondisi medis:

1. Faktor Gaya Hidup dan Emosional

Beberapa pemicu umum yang sering dialami antara lain:

  • Stres atau kecemasan
  • Aktivitas fisik berat
  • Konsumsi kafein, alkohol, atau nikotin
  • Obat-obatan tertentu, termasuk decongestant atau obat stimulan

2. Gangguan Irama Jantung

Palpitasi juga dapat terjadi akibat aritmia gangguan listrik di jantung yang menyebabkan ritme tidak normal, seperti:

  • Fibrilasi atrium
  • Takikardia supraventrikular

3. Kondisi Medis Tertentu

Beberapa kondisi kesehatan yang dapat memicu palpitasi termasuk:

  • Anemia
  • Hipertiroidisme
  • Ketidakseimbangan elektrolit
  • Gangguan pencernaan seperti refluks asam

Kapan Palpitasi Perlu Diwaspadai?

Palpitasi biasanya tidak berbahaya jika terjadi sesekali dan berhubungan dengan situasi tertentu (misalnya stres atau kafein). Namun, segera periksakan ke dokter bila palpitasi disertai gejala lain seperti:

  • Sakit dada
  • Pingsan atau hampir pingsan
  • Sesak napas
  • Pusing hebat
  • Detak jantung tidak normal yang terus berlangsung

Kondisi ini bisa menandakan masalah irama jantung atau kondisi medis lain yang perlu ditangani.

Diagnosis Palpitasi Jantung

Dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui penyebab palpitasi, seperti:

  • Rekam jantung (EKG)
  • Monitor Holter (pemantauan EKG dalam 24–48 jam)
  • Tes darah
  • Evaluasi elektrolit

Pemeriksaan ini membantu membedakan antara palpitasi yang tidak berbahaya dan yang memerlukan penanganan medis.

Cara Mengurangi Risiko dan Mengelola Palpitasi

Beberapa langkah gaya hidup dapat membantu mengurangi frekuensi palpitasi, antara lain:

  • Menghindari pemicu seperti kafein, alkohol, atau rokok
  • Mengelola stres melalui relaksasi, pernapasan, atau olahraga ringan
  • Tidur cukup
  • Menjaga cairan dan keseimbangan elektrolit tubuh

Jika palpitasi disebabkan oleh kondisi medis tertentu, dokter mungkin akan meresepkan obat atau merekomendasikan prosedur untuk mengendalikan ritme jantung.

Palpitasi jantung adalah sensasi detak jantung yang terasa kuat, cepat, atau tidak teratur. Penyebabnya bervariasi dari gaya hidup hingga kondisi medis yang mendasari. Sebagian besar palpitasi ringan dan tidak berbahaya, tetapi bila disertai gejala serius, sebaiknya segera konsultasikan ke tenaga kesehatan. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan kualitas hidup Anda.

Tim Redaksi

Menyajikan informasi seputar kesehatan, tips medis, dan layanan rumah sakit Al Irsyad Surabaya. Konten ditulis oleh tim profesional dengan dukungan tenaga medis berpengalaman.