Ngeri, Ini Bahaya Alkohol bagi Organ Tubuh

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Beredarnya minuman beralkohol yang dijual bebas bahkan terkadang dioplos sangat berbahaya bagi masyarakat. Selain berdampak buruk dalam jangka pendek, minuman beralkohol punya efek negatif permanen bagi kesehatan bila dikonsumsi dalam waktu yang lama.

Kanker Kulit

Seorang dermatologi Dr Eunyoung Cho dari dari Universitas Brown, Rhode Island, dikutip dari Cnnindonesia mengatakan salah satu cara untuk mengurangi kanker kulit tersebut adalah mengontrol perilaku seseorang dalam konsumsi alkohol. Sebab alkohol menjadi salah satu pemicu datangnya kanker kulit.

“Mengingat prevalensi kanker kulit dan minuman beralkohol yang tinggi, maka memodifikasi perilaku konsumsi alkohol mungkin dapat membantu mengurangi secara substansial potensi risiko terkena kanker kulit non melanoma,” ujarnya.

Tahun 2016, para peneliti juga menemukan jika segelas anggur putih setiap hari meningkatkan risiko kanker kulit melanoma, jenis penyakit yang ketiga dan paling mematikan sebanyak 13 persen.

Bahkan, sekitar 3,6 persen kasus kanker kulit di seluruh dunia dikaitkan dengan alkohol termasuk kanker hati, kanker pankreas, kanker usu dan kanker payudara.

Penyebabnya adalah zat etanol alam alkohol yang memetabolisme menjadi asetaldehida senyawa yang dapat merusak DNA. Menurut Cho, secara umum metabolisme etanol berperan penting dalam karsionegenesis alkohol.

Pankreatitis

Ahli onkologi urologi dari Hofstra North Shore-LIJ School of Medicine, Samadi mengatakan pankreatitis umumnya disebabkan oleh adanya batu empedu dan konsumsi alkohol yang berlebihan.

Ia mengatakan penyakit pankreatitis dibagi menjadi dua jenis, akut dan kronis. Pankreatitis akut terjadi ketika pankreas tiba-tiba meradang dan hanya berlangsung selama beberapa jam atau hari. Biasanya terjadi setelah terlalu banyak minum alkohol. Gejala bisa ringan, berat, bahkan mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan baik.

“Jika tidak diobati, pankreatitis akut dapat menyebabkan infeksi, pendarahan, kista, merusak jaringan, dan juga dapat memengaruhi ginjal, jantung, maupun paru-paru,”kata Samadi seperti dikutip dari Foxnews.com.

Orang yang mengalami pankreatitis kronis biasanya merasakan nyeri perut bagian atas. Berat badan pasien juga bisa menurun dan berisiko diabetes.

Oleh karenanya untuk mencegah pankreatitis, Samadi menganjurkan untuk berhentilah konsumsi rokok dan alkohol yang berlebihan. Seringlah konsumsi makanan yang rendah lemak. Makanan tinggi lemak dapat meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol yang dapat membentuk batu empedu. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat