Musim Hujan, Ketahui Cara Pencegahan Penyakit DBD

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Di musim penghujan, pengidap demam berdarah kembali meningkat. Penyakit ini jika tidak segera ditangani dapat merenggut nyawa seseorang. Karenanya, sebelum terlambat, pencegahan penyakit demam berdarah dapat dilakukan.

Seperti yang sudah sering kita ketahui, DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Di mana virus ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk betina aedes aegypti. Melansir Antara, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 110.921 kasus demam berdarah (DBD) terjadi sepanjang 2019. Angka itu meningkat cukup drastis dibandingkan tahun sebelumnya dengan 65.602 kasus.

Nyamuk aedes aegypti memiliki ciri ukuran yang sedang dengan tubuh berwarna hitam kecokelatan. Tubuh dan tungkainya ditutupi sisik dengan garis-garis putih keperakan. Di bagian punggung tubuhnya tampak dua garis melengkung vertikal di bagian kiri dan kanan. 

Penyakit ini, dijelaskan Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Al-Irsyad Surabaya dr. Puspita Mayang Sari, Sp.PD sangat umum terjadi di daerah tropis. Apalagi di musim hujan seperti saat ini, banyak genangan air yang bisa menjadi tempat bersarang mereka.

“DBD juga dapat menyerang siapa saja, terutama pada anak-anak berusia 4-10 tahun yang daya tahan tubuhnya tidak sebaik orang dewasa,” tuturnya. 

Pencegahan Demam Berdarah

Rangkaian pencegahan awal DBD adalah melalui pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus. Berikut penjelasan 3M Plus yang disosialisasikan Kementerian Kesehatan RI:

Menutup

Tutup segala tempat yang bias menampung air, baik di dalam maupun di luar rumah. Jika tidak diperlukan, tengkurapkan wadah-wadah yang bisa menampung air di luar rumah agar tidak tergenangi air hujan. Nyamuk betina biasa memanfaatkan air yang tergenang sebagai tempat bertelur.

Menguras

Kuras tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, akuarium, dan vas bunga secara rutin, satu hingga dua kali seminggu. Siklus metamorfosis nyamuk, mulai dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa, berlangsung selama 8-10 hari. Dengan mengosongkan tempat-tempat penampungan air secara berkala, maka itu akan memutus siklus hidup nyamuk.

Memanfaatkan atau Mendaur Ulang

Jika dulunya M yang ketiga dikenal dengan mengubur, maka sejak tahun 2014, Kementerian Kesehatan RI telah menggantinya dengan M-emanfaatkan atau M-endaur ulang barang bekas yang memiliki potensi tempat nyamuk demam berdarah bertelur.

Mengubur semua objek yang bias menampung air, seperti kaleng bekas atau wadah plastic tidak lagi dianjurkan karena menimbulkan polusi tanah.

Sementara Plus yang dimaksud dapat dilakukan dengan cara seperti menggunakan obat nyamuk, menggunakan kelambu, dan menggantung pakaian atau yang dapat menjadi tempat nyamuk bersarang. Atau cara lain yang bisa dilakukan adalah membasmi jentik-jentik nyamuk secara menyeluruh. 

Cara yang bisa dilakukan antara lain dengan tiga hal berikut: 

Daun Siri

Daun sirih dikenal sebagai bahan antiseptic sehingga bias membantu membasmi jentik nyamuk. Caranya, ambil segenggam daun sirih muda dan rebus dengan sekitar satu liter air. Rebus daun sirih hingga layu dan mengeluarkan aroma khas pada air rebusan yang akan berubah warna menjadi kehijauan. Dinginkan air rebusan daun sirih, lalu tuangkan ke dalam bak mandi.

Ikan Cupang

Tidak semua ikan senang makan jentik nyamuk, namun ikan cupang sangat menggemarinya. Jika memiliki akuarium atau bak penampungan air hujan, maka cara yang sangat dianjurkan adalah dengan memelihara ikan cupang di dalamnya.

“Pemberantasan tidak hanya membasmi jentik nyamuk dengan ikan cupang atau abate, tetapi juga menyingkirkan benda-benda yang menjadi sarang nyamuk,” kata Kasie Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Banyumas, Arif Burhanuddin, dilansir dari media indonesia.

Biji Pepaya dan Tawas

Dalam penelitian yang dipamerkan di Sagasitas Research Exhibiton tahun 2013, yang dilakukan oleh Irna Jelita ES dan Yahsinta Devi dari SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta, melansir dari laman depkes, penggunaan campuran biji pepaya dan tawas ini juga efektif membasmi nyamuk. 

Untuk menggunakan biji pepaya dan tawas sebagai pembasmi jentik nyamuk, perlu dilakukan beberapa tahapan. Pertama, ambil segenggam biji pepaya dan keringkan di bawah terik matahari. Tumbuk biji papaya yang sudah kering hingga menjadi bubuk halus dan campur dengan tawas yang telah dihancurkan dengan perbandingan 1 takaran bubuk biji pepaya dan 2 takaran tawas. 

Lalu, masukkan campuran tersebut ke kantung kain berserat renggang. Setelah siap, campuran ini pun bias dimasukkan kebak mandi untuk memberantas jentik nyamuk. (nwn/nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat