Mi Instan, Enak, Murah, Berbahaya!

Rs-alirsyadsurabaya.co.id– Murah, praktis mengenyangkan, enak lagi. Karena itulah, mi instan menjadi makanan yang sangat populer dan disuka berbagai usia. Namun riset membuktikan konsumsi mi instan secara intens dapat membahayakan kesehatan.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr Braden Kuo, direktur bagian laboratorium gastrointestinal motility di Massachusetts General Hospital, Harvard University, dapat membuat para penikmat mi instan berpikir ulang untuk kembali memakan mi.

Zat Berbahaya Diserap Tubuh

Dalam risetnya, Dr Kuo menggunakan kamera berukuran sangat mini untuk melihat apa yang terjadi dengan mi instan di dalam saluran pencernaan.

Kemudian melalui laman Mercola, ia mengungkapkan kesimpulan studinya, bahwa mi instan, termasuk juga mi ramen asal Jepang, tidak hancur selama dua jam proses pencernaan di dalam tubuh.

Bentuk mi masih utuh memaksa saluran pencernaan manusia bekerja ekstra keras untuk memecah makanan tersebut.

Jika mi instan tetap ada di dalam saluran pencernaan untuk waktu yang lama, akan sangat berdampak pada penyerapan nutrisi makanan lain. Selain itu, di dalam mi itu sendiri, tidak ada nutrisi yang bisa diserap tubuh. Sebaliknya, tubuh akan menyerap zat-zat aditif, termasuk zat beracun dari bahan pengawet, seperti tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ).

Gangguan Metabolisme yang Berujung Diabetes dan Stroke

Dilansir dari Cooking Light, dalam studi yang dipublikasikan di Journal of Nutrition, peneliti di Korea melakukan survey pada 10.000 pria dan perempuan dewasa.

Partisipan dibagi menjadi 2 bagian. Pertama, mereka yang memiliki pola makan ‘tradisional’ dengan mengkonsumsi ikan, nasi, buah, kentang, dan sayuran.

Yang kedua, mereka yang mengonsumsi lebih banyak daging dan makanan cepat saji, yang mengandung daging, soda, gorengan, dan makanan olahan (mi instan salah satunya).

Hasilnya, mereka yang mengonsumsi makanan cepat saji lebih berisiko mengalami gangguan metabolisme.

Menurut National Institure of Health, gangguan metabolisme dapat menyebabkan penyakit jantung, diabetes dan stroke.

Namun jika tidak bisa lepas dari mi instan, Dr. Frank B. Hu, profesor tentang nutrisi dan epidemiologi di Harvard, dilansir dari Detik mengatakan sekali atau 2 kali sebulan makan mi instan tidak jadi masalah. Tetapi jika beberapa kali dalam seminggu bisa timbulkan masalah kesehatan. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat