Merebak Hingga Indonesia, Begini Cara Tes Virus Corona

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Jumlah kasus virus corona penyebab penyakit Covid-19 di Indonesia bertambah menjadi 19 kasus hingga Selasa (10/3), setelah kasus pertama di Indonesia diumumkan seminggu lalu. Kira-kira bagaimana Indonesia dalam melakukan tes pengujian kasus virus corona tersebut?

Sejak sampel diterima, uji tes virus corona ternyata hanya memerlukan waktu sehari dan kemudian langsung dapat diketahui hasilnya. Ini sebagaimana disampaikan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Dr. dr. Vivi Setiawaty, M.Biomed.

“Satu hari atau 1×24 jam sejak sampel diterima di Litbang,” kata dr. Vivi.

Adapun prosedur pemeriksaan spesimen dilakukan di Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes), Kementerian Kesehatan, di mana alat dan kemampuan di lab Balitbangkes Kemenes disebutkan sudah terstandar oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Alur Pemeriksaan

Prosedur pemeriksaan spesimen di Lab Badan Litbangkes mulai dari Penerimaan Spesimen, Pemeriksaan Spesimen, dan Pelaporan. Sebelumnya, seperti melansir Kompas, spesimen diambil dari rumah pasien di rumah sakit rujukan.

Kemudian spesimen yang tidak hanya terdiri dari satu spesimen, tapi minimal 3 spesimen dari 1 pasien dikirim ke Lab Badan Litbangkes. Setelah diterima, spesimen diekstraksi untuk diambil RNA-nya atau asam ribonukleat.

Dilansir Britannica, RNA adalah senyawa kompleks dengan berat molekul tinggi yang berfungsi dalam sintesis protein seluler dan menggantikan DNA (asam deoksiribonukleat) sebagai pembawa kode genetik pada beberapa virus.

Setelah mendapatkan RNA, spesimen kemudian dicampurkan dengan Reagen untuk pemeriksaan dengan metode Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (PCR).

PCR sendiri merupakan pemeriksaan dengan teknologi amplifikasi asam nukleat virus untuk mengetahui ada tidaknya virus/DNA virus dan untuk mengetahui genotipe virus. Karena genotipe virus bisa diketahui dengan melakukan sekuensing DNA.

Setelah itu, dimasukkan ke sebuah mesin yang digunakan untuk memperbanyak RNA, agar dapat dibaca oleh alat spektrofotometer.

Hasil Tes

Setelah dilakukan serangkaian tahapan tersebut, hasilnya akan muncul berupa tanda positif dan negatif virus corona.

Positive control digambarkan dengan kurva sigmoid, sedangkan negative control tidak terbentuk kurva atau hanya nampak datar. Hal ini sebagai satu quality assurance untuk memastikan apakah yang diperiksa benar corona atau tidak.

Untuk mengerjakan pemeriksaan specimen, banyak hal yang harus dipenuhi sebelum menyatakan sampel yang diperiksa positif atau negatif. Jadi, apabila positif corona, sampel tersebut akan menyerupai dengan positive control-nya, baru lah kemudian memasuki tahap pelaporan.

Kasus positif dilaporkan setelah semua alur dilalui. Kepala Bidang Humas Kementerian Kesehatan Busroni menjelaskan, cara tes virus corona di Indonesia yang dilakukan saat ini masih sama seperti saat belum ada kasus positif virus corona di Indonesia. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat