RS Al Irsyad Surabaya

Merasa Berubah Setelah Jadi Ibu: Kenapa Banyak Perempuan Merasa Kehilangan Warna

Menjadi ibu adalah perubahan besar bukan hanya soal fisik, tapi juga emosional, mental, dan identitas. Dalam kisah yang dibagikan oleh seorang ibu di HaiBunda, dirinya menggambarkan rasa kehilangan identitas dan “warna” seperti burung flamingo: dulu ia merasa cerah, penuh warna, namun setelah melahirkan dan menjalani peran sebagai ibu baru, ia merasa seperti berubah menjadi “flamingo abu-abu.”

Bahkan secara ilmiah, transformasi ini tidak sekadar perasaan. Studi menunjukkan bahwa perubahan hormon serta adaptasi otak terhadap tugas baru bisa mengubah struktur dan fungsi otak saat dan setelah kehamilan. Perubahan ini bisa mempengaruhi memori, fokus, toleransi terhadap stres, hingga cara kita memandang diri sendiri dan dunia sekitar.

Artinya: rasa seperti “kehilangan diri” setelah jadi ibu bukan hanya wajar bisa jadi bagian dari proses adaptasi alami tubuh dan pikiran.

Apa Saja Perubahan yang Sering Dialami Ibu Baru

Beberapa perubahan umum yang dialami oleh ibu setelah melahirkan:

  • Prioritas hidup berubah; perhatian berputar pada bayi waktu untuk diri sendiri, pasangan, teman bisa berkurang.
  • Rutinitas terganggu jadwal tidur, makan, pekerjaan, relasi sosial bisa berubah drastis.
  • Perubahan fisik dan hormonal yang bisa mempengaruhi mood, energi, dan persepsi diri.
  • Perasaan bersalah atau cemas jika ekspektasi vs realita pengasuhan berbeda; banyak ibu merasa belum “pantas” atau merasa gagal.

Akibatnya, tak sedikit ibu yang merasa rindu “warna” dirinya dahulu kekuatan, kebebasan, prioritas personal sekaligus bersyukur atas perannya sebagai ibu.

Kenapa Ibu “Seperti Flamingo yang Kehilangan Warna”

Perumpamaan flamingo menjadi populer karena menggambarkan secara simbolis apa yang banyak ibu rasakan:

  • Flamingo memberi seluruh energinya untuk anak: perhatian, nutrisi, waktu, pelukan seperti ibu yang rela mengorbankan kenyamanan diri demi buah hati.
  • Proses ini bisa membuat ibu “memudar” dulu warna, semangat atau identitas lama berubah; tapi pengorbanan itu membawa makna dan cinta besar.
  • Seiring waktu ketika anak mulai mandiri banyak ibu merasa “warnanya kembali”: mereka menemukan identitas baru, versi diri yang lebih matang tidak sama persis seperti dulu, tetapi dengan kekuatan baru.

Cara Menjalani Masa Transisi Dengan Sehat & Menjaga Kesejahteraan Ibu

Perubahan itu nyata tetapi bisa dijalani dengan cara yang lebih sehat. Berikut beberapa hal yang bisa membantu:

  • Jaga kesehatan diri sendiri: konsumsi makanan sehat, cukup cairan, dan usahakan tidur/istirahat sesuai kemampuan.
  • Berikan dirimu ruang dan waktu meski sulit; sebisa mungkin sisihkan waktu “me-time”, meskipun singkat (sekadar minum teh, berjalan santai, atau mendengarkan musik).
  • Terima perubahan sebagai bagian dari fase hidup sadari bahwa “kehilangan diri” sering adalah proses menuju identitas baru sebagai ibu; bukan kegagalan.
  • Buka komunikasi susun ekspektasi realistis dengan pasangan atau orang terdekat; mintalah dukungan saat merasa kewalahan.
  • Bangun ulang identitas & impian personal setelah anak mulai lebih mandiri apa hal yang dulu Anda sukai? Hobi? Cita-cita yang tertunda? Saat itu, mungkin saatnya menyambut kembali “warna” Anda.

Jadi ibu memang membawa banyak perubahan kadang menantang, kadang melelahkan. Rasa kehilangan diri adalah bagian dari proses adaptasi. Namun kisah seperti ibu yang di HaiBunda ingatkan kita bahwa fase ini bukan akhir dari diri kita melainkan fase transformasi.

Seperti flamingo yang warnanya bisa kembali, seorang ibu pun bisa menemukan kembali dirinya dengan kekuatan, kedewasaan, dan warna baru. Yang penting: beri diri waktu, dukungan, dan ruang untuk tumbuh bersama buah hati, tanpa melupakan diri sendiri.

Tim Redaksi

Menyajikan informasi seputar kesehatan, tips medis, dan layanan rumah sakit Al Irsyad Surabaya. Konten ditulis oleh tim profesional dengan dukungan tenaga medis berpengalaman.