Menimbang Dampak Olahraga dengan Perut Terisi dan Perut Kosong

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Memenuhi kebutuhan nutrisi adalah hal penting agar energi tercukupi saat berolahraga. Namun, ada beberapa yang melewatkannya dan berolahraga dalam kondisi perut kosong. Lalu, apakah dampak dari keduanya?

Mengutip dari detik, sebuah penelitian di Inggris menyatakan bahwa akan lebih sehat apabila seseorang berolahraga dengan perut kosong. Studi yang melibatkan 30 pria obesitas yang berolahraga sebelum sarapan ini membuktikan bahwa pembakaran lemak dapat terjadi dua kali lebih banyak ketimbang pria yang sarapan dulu sebelum mereka berolahraga pagi.

Hal itu karena berolahraga tanpa energi akan ‘memaksa’ tubuh untuk mengubah karbohidrat yang tersimpan dan membakarnya. Selain itu, melewatkan sarapan sebelum olahraga dapat membuat otot pria lebih responsif terhadap insulin yang mengendalikan gula darah, dan menurunkan risiko diabetes dan penyakit jantung.

Fisiologi Olahrgaa, Javier Gonzalez dari University of Bath mengungkapkan bahwa olahraga sebelum sarapan dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam merespon.

“Kelompok yang berolahraga sebelum sarapan meningkatkan kemampuan mereka untuk merespon insulin, yang menjadi bukti luar biasa apalagi kedua kelompok menurunkan bobot yang nyaris sama dan mendapatkan kebugaran yang hampir sama. Yang berbeda hanyalah waktu makan saja,” ujarnya.

Meski demikian, banyak pula yang beranggapan bahwa makan terlebih dahulu sebelum berolahraga, dipercaya dapat menambah gula darah dan memberikan energi untuk meningkatkan intensitas dan lamanya berolahraga, dan juga menghindarka dari rasa lelah dan pusing.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa berolahraga sebelum sarapan lebih baik untuk kesehatan secara keseluruhan, meski memang tidak secara cepat mengurangi lingkar pinggangmu. Namun perlu diingat bahwa studi ini juga masih memerlukan penelitian lebih dalam dan luas lagi.

Bila seseorang ingin menjaga jaringan otot agar tidak rusak sehingga menghasilkan tubuh yang ideal maka perlu melakukan beberapa hal, yaitu pertama, gunakan pemulihan 4R; rehydrate (hidrasi ulang), replenish (menambah glikogen dengan makan), repair (menambah protein untuk memperbaiki otot) dan reinforce (pemulihan).

Kedua, gunakan air minum biasa, jangan minum es atau tambahan lainnya. Ketiga, selama 15-30 menit usahakan mengonsumsi makanan yang mengandung komposisi atau rasio 4:1 karbohidrat dengan protein berkualitas tinggi.

Dan yang keempat, beberapa pilihan terbaik adalah buah-buahan dan yogurt rendah lemak, atau pisang. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat