Menghindari Interaksi Obat, Bagaimana Caranya?

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Pernyataan seorang dokter yang menyebutkan hoaks bahwa sesungguhnya banyaknya pasien COVID-19 yang meninggal adalah akibat dari interaksi obat yang diberikan pada pasien ramai di media sosial. Lantas bagaimana cara menghindari terjadinya interaksi obat tersebut?

Ada sejumlah penyakit yang memang harus menggunakan kombinasi obat dalam terapinya. Untuk itu, perlu dipilih obat yang memiliki risiko interaksi terkecil. Namun, tidak semua obat yang digunakan bersama itu menyebabkan interaksi yang signifikan secara klinis. Yang artinya aman-aman saja untuk dikombinasikan atau digunakan secara bersamaan.

Karenanya, dijelaskan Guru besar farmasi UGM Prof Zullies Ikawati, PhD, Apt, pada dasarnya, interaksi obat dapat dihindarkan dengan memahami mekanisme interaksinya. Mekanisme interaksi obat itu sendiri bisa melibatkan aspek farmakokinetik (mempengaruhi absorpsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi obat lain), atau farmakodinamik (ikatan dengan reseptor atau target aksinya). 

Dampak interaksi obat pun tidak bisa digeneralisir dan harus dilihat kasus demi kasus secara individual, sehingga solusi yang diberikan untuk mengatasi tiap kasus tentu berbeda. Berdasarkan paparan Prof Zullies itu, maka dapat disimpulkan bahwa interaksi obat tidak semudah itu menyebabkan kematian.

Jika ada penggunaan obat yang diduga akan berinteraksi secara klinis, maka pemantauan hasil terapi perlu ditingkatkan. Sehingga, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat interaksi obat, dapat segera dilakukan tindakan yang diperlukan, misal menghentikan atau mengganti obatnya.

Peran dan kerja sama antara dokter, perawat, hingga apoteker dalam hal ini pun diperlukan dalam memberikan terapi kepada pasien, sehingga dapat memantau terapi dengan lebih cermat, dan tidak berdampak membahayakan bagi pasien.

Sebagaimana pula, hal inilah yang diterapkan Rumah Sakit Al-Irsyad kepada pasien. Pelayanan terbaik bagi setiap orang yang berikhtiar dengan berobat, karena Layananku Adalah Ibadahku.

Konsultasikan gangguan kesehatan Anda pada dokter yang ahli di bidangnya. Untuk informasi lebih lanjut pelayanan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, dapat menghubungi 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916 (chat only).

Pendaftaran pasien secara online melalui website dapat dilakukan di sini atau melalui aplikasi Pendaftaran Online RS Al Irsyad Surabaya yang dapat diunduh terlebih dahulu di http://bit.ly/mobileapprsalirsyad. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat