Mengetahui Penyebab Biduran

Biduran kadangkala menimbulkan benjolan merah disertai rasa gatal dan perih di tubuh. Kenali penyebabnya untuk dapat mencegahnya berulang.

Dikutip dari Kementerian Kesehatan, mungkin kita pernah mengalami atau mendapati kerabat yang tiba-tiba merasakan gatal di bagian tubuhnya disertai dengan benjolan berwarna merah.

Beberapa saat kemudian benjolan merah yang disertai gatal ini merembet ke beberapa bagian tubuh lain dan suhu tubuh juga terasa meningkat. Bisa jadi itu bukan gatal biasa tetapi Anda mengalami biduran.

“Biduran seringkali sangat gatal tetapi Anda mungkin juga merasa terbakar atau perih. Mereka bisa sekecil ujung jari atau sebesar piring makan. Nama medis untuk biduran adalah urtikaria,” demikian penjelasan dari laman Cleveland Clinic, pusat medis berbasis di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat.

The American College of Allergy, Asthma, and Immunology (ACAAI) menyatakan, para peneliti telah mengidentifikasi beberapa faktor yang menyebabkan biduran, seperti makanan dan obat-obatan.

Menurut ACAAI, secara umum penyebab biduran dapat berupa beberapa jenis makanan, terutama kacang tanah, telur, kacang-kacangan, dan kerang; obat-obatan seperti antibiotik (terutama penisilin dan sulfa), aspirin dan ibuprofen; sengatan atau gigitan serangga; rangsangan fisik seperti tekanan, dingin, panas, olahraga, atau paparan sinar matahari; bahan jenis lateks; transfusi darah; infeksi bakteri, termasuk infeksi saluran kemih dan radang tenggorokan; infeksi virus, termasuk flu biasa, infeksi mononukleosis, dan hepatitis; bulu hewan peliharaan; serbuk sari tanaman; serta beberapa jenis tanaman.

Selain itu ada kondisi yang dikenal sebagai “urtikaria fisik”, yakni biduran yang disebabkan oleh faktor lingkungan eksternal, seperti paparan panas, dingin, atau tekanan.

Menurut ACAAI, ada beberapa faktor pemicu umumnya. Pertama, kebiasaan menggosok atau menggaruk. Ini adalah penyebab urtikaria fisik yang paling sering.

Gejala muncul dalam beberapa menit di tempat yang digosok atau digaruk dan biasanya berlangsung kurang dari satu jam.

Kedua, tekanan atau penyempitan. Biduran yang dapat muncul sebagai pembengkakan merah enam hingga delapan jam setelah tekanan terjadi, misalnya karena sabuk atau pakaian ketat.

Gejala juga dapat terjadi pada bagian tubuh yang berada di bawah tekanan konstan, seperti telapak kaki.

Ketiga, perubahan suhu. Biduran dingin disebabkan oleh paparan suhu rendah diikuti dengan pemanasan berulang. Ini bisa menjadi parah dan mengancam jiwa jika terjadi pendinginan tubuh secara umum, misalnya setelah terjun ke kolam renang.

Keempat, suhu tubuh lebih tinggi. Biduran kolinergik disebabkan oleh peningkatan suhu tubuh karena berkeringat, olahraga, mandi air panas, atau kecemasan. Kelima,  paparan sinar matahari. Biduran ini dapat terjadi dalam beberapa menit setelah terpapar sinar matahari.

Keenam, peradangan pada pembuluh darah atau vaskulitis. Biduran ini lebih menyakitkan daripada gatal dan bisa meninggalkan memar di kulit dan seringkali bertahan lebih dari sehari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat