Ultrasonografi (USG) merupakan salah satu teknik pencitraan medis yang cukup populer dan sering digunakan dalam dunia kedokteran. Pemeriksaan ini memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar organ atau jaringan di dalam tubuh, tanpa menggunakan radiasi seperti pada rontgen atau CT scan.
USG banyak digunakan dalam dunia kebidanan dan diagnostik. Namun, tahukah Anda bahwa jenis dan tujuannya sangat beragam?
Peran Penting USG dalam Dunia Medis
USG memiliki dua fungsi utama. Pertama, sebagai alat pemantau kehamilan untuk menilai perkembangan janin dari waktu ke waktu. Kedua, sebagai sarana diagnostik yang membantu dokter mengevaluasi kondisi organ-organ seperti ginjal, hati, jantung, prostat, hingga payudara.
Ragam Jenis USG dan Kegunaannya
Pemeriksaan USG dibedakan berdasarkan metode dan lokasi pemeriksaan:
- USG eksternal (abdominal): Dilakukan dengan menggerakkan alat pemindai (probe) di atas permukaan kulit yang telah diolesi gel. Jenis ini umum digunakan untuk memantau kehamilan dan kondisi organ perut.
- USG internal: Melibatkan penyisipan probe ke dalam tubuh, seperti pada USG transvaginal atau transrektal, yang memberikan citra lebih akurat pada organ reproduksi dan prostat.
- USG endoskopi: Alat pemindai diletakkan pada ujung endoskop, lalu dimasukkan melalui mulut atau saluran pencernaan untuk mengevaluasi organ seperti pankreas dan kantung empedu.
- USG Doppler: Berguna untuk memantau aliran darah dalam pembuluh darah, termasuk memeriksa detak jantung janin dan kondisi arteri perifer.
Manfaat USG dalam Kehamilan dan Diagnostik
Dalam kehamilan, USG bermanfaat untuk:
- Mengetahui usia kehamilan dan perkiraan hari lahir (Estimated Due Date/EDD).
- Memantau posisi dan pertumbuhan janin serta kondisi plasenta.
- Mendeteksi kehamilan kembar atau kelainan bentuk sejak dini.
- Mengetahui jenis kelamin bayi.
Dalam bidang diagnostik, USG membantu:
- Mendeteksi gangguan pada organ dalam seperti ginjal, pankreas, hati, tiroid, dan payudara.
- Menjadi panduan dalam prosedur seperti biopsi atau pengambilan sampel jaringan.
USG 4D: Teknologi Visualisasi Janin Secara Real Time
USG 4 Dimensi (4D) merupakan inovasi yang memungkinkan orang tua melihat gambar janin secara langsung dalam bentuk video. Teknologi ini sangat berguna untuk mendeteksi kelainan bawaan dan memberikan pengalaman emosional bagi calon orang tua.
USG 4D biasanya dilakukan dalam beberapa tahapan kehamilan:
- Trimester pertama: Untuk mengonfirmasi kehamilan dan mendeteksi kehamilan ektopik.
- Trimester kedua: Untuk menilai perkembangan organ tubuh janin dan mendeteksi kehamilan kembar.
- Trimester ketiga: Untuk mengevaluasi posisi janin dan plasenta menjelang persalinan.
Pemeriksaan ini juga dapat dikombinasikan dengan prosedur medis lainnya seperti amniosentesis.
Prosedur dan Persiapan Sebelum Pemeriksaan USG
Sebelum menjalani USG, pasien biasanya diminta melakukan beberapa persiapan:
- Untuk USG perut, puasa selama 8–12 jam dapat meningkatkan kualitas gambar.
- Untuk USG panggul atau kehamilan, dianjurkan minum air putih sebanyak 4–6 gelas agar kandung kemih terisi.
Selama prosedur, pasien akan berbaring dan probe akan digerakkan di atas area yang diperiksa. Pemeriksaan internal melibatkan penyisipan probe ke dalam vagina atau anus. Durasi USG biasanya berkisar antara 15 hingga 45 menit.
Efek Samping dan Risiko Pemeriksaan USG
Secara umum, USG adalah prosedur yang aman dan minim risiko karena tidak menggunakan radiasi. Gelombang suara hanya sedikit meningkatkan suhu jaringan, sehingga tidak membahayakan janin.
Meski begitu, efek samping ringan dapat terjadi, seperti:
- Reaksi alergi terhadap gel atau bahan lateks.
- Rasa tidak nyaman saat prosedur USG internal.
- Mual, nyeri tenggorokan, atau perdarahan ringan pasca USG endoskopi (jarang terjadi).
Studi sejauh ini tidak menemukan dampak jangka panjang akibat USG berulang, seperti gangguan tumbuh kembang atau disleksia.
Cara Membaca Hasil USG Kehamilan
Beberapa istilah penting dalam hasil USG:
- GA (Gestational Age): Usia kehamilan.
- GS (Gestational Sac): Kantung kehamilan berisi cairan ketuban.
- CRL (Crown Rump Length): Ukuran janin dari kepala hingga bokong.
- HC, AC, BPD: Pengukuran lingkar kepala, perut, dan diameter kepala.
- FHR (Fetal Heart Rate): Detak jantung janin (normalnya 110–160 bpm).
- FW/EFW: Estimasi berat janin.
- EDD: Perkiraan hari lahir bayi.
USG adalah alat pemeriksaan yang efektif dan aman untuk berbagai kebutuhan medis, mulai dari pemantauan kehamilan hingga evaluasi organ dalam. Dengan kemajuan teknologi seperti USG 4D, pemeriksaan ini tidak hanya memberikan manfaat klinis tetapi juga memberikan pengalaman emosional yang kuat bagi orang tua. Tetap lakukan USG atas indikasi dan saran medis untuk hasil yang optimal.













































