Mengenal SIDS, Kematian Mendadak Pada Bayi

Rs-alirsyadsurabaya.co.id- Bayi berusia kurang dari satu tahun dengan tiba-tiba mengalami kematian mendadak tanpa diketahui penyebabnya, hal ini dinamakan Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). Meskipun telah dilakukan pemeriksaan keseluruhan, penyebab dari kematian tersebut masih sulit diketahui dengan jelas.

Pada kasus tertentu, kematian bayi yang berkaitan dengan tidur (sleep-related infant deaths) dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti kejadian terbekap, terperangkap, infeksi, penyakit metabolik, gangguan irama jantung dan trauma.

Mengutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), posisi tengkurap pada bayi sangat berkaitan dengan kematian mendadak pada bayi atau SIDS. Hal ini akan meningkatkan risiko SIDS apabila bayi tidur dengan tengkurap atau miring karena bayi kesulitan untuk bernapas.

“SIDS dapat disebabkan karena posisi tidur yang salah pada bayi, misalnya tengkurap,” ujar dr. Ahmad Assegaf, Sp.A.

Sehingga orang tua perlu pengawasan yang lebih terhadap bayi hingga usianya 6 bulan, karena pada usia tersebut bayi masih belum dapat mengangkat kepala atau berbalik posisi.

Bayi sebaiknya tidur di tempat yang sama dengan orang tua. Tetapi dengan permukaan yang terpisah atau kasur yang berbeda, guna mengurangi risiko kematian saat tidur. Hal itu direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics (AAP). Selain itu, baiknya bayi tidur dalam posisi telentang dengan permukaan seperti sprei.

“Orang tua tidak boleh meletakkan bayi di sofa atau kursi, baik sendiri atau dengan orang tua karena permukaannya sangat berbahaya,” ujar Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit (RS) Al Irsyad Surabaya.

SIDS merupakan sindrom kematian mendadak pada bayi yang kemungkinan besar penyebabnya dikaitkan dengan masalah saat tidur. “Kematian mendadak seperti ini biasanya dapat dikaitkan dengan tidur yang tidak aman seperti saat tidur bersama dengan orang dewasa,” paparnya.

Permukaan yang lembut seperti selimut atau kasur air juga tidak disarankan pada bayi karena jika bayi berbaring di permukaan seperti itu maka dapat menghalangi jalan napas bayi. Hal lain yang menjadi penyebab dalam meningkatkan risiko SIDS adalah kondisi kamar yang terlalu panas.

Sehingga pada tahun 2016, AAP merekomendasikan tentang lingkungan tidur yang aman bagi bayi untuk ditujukan pada orang tua, pengawas bayi dan petugas kesehatan yang bertujuan untuk mengurangi kejadian SIDS dan kejadian tidak diinginkan lainnya.

Selain itu, beberapa faktor lain juga perlu diperhatikan, antara lain, ibu yang mengandung di bawah usia 20 tahun, merokok, menggunakan narkoba dan alkohol, serta perawatan pralahir yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko SIDS.

Untuk itu, demi menjaga keselamatan bayi, perlu diingat bahwa ibu juga harus waspada ketika akan menidurkan bayi, tidak lupa pula berikan ASI dan imunisasi secara lengkap. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat