Mengenal Peran Besar Bidan yang Tak Tergantikan

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Peran bidan penting dan tak tergantikan oleh tenaga kesehatan lain. Terutama dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, para bidan sudah memahami penyebab umumnya yang selama 5-10 tahun terakhir memiliki pola sama.

Setidaknya ada tiga penyebab utama dalam persoalan kematian ibu dan bayi, yakni gangguan hipertensi (33.07 persen), komplikasi kehamilan dan perdarahan obstetri (27,03 persen). Sementara untuk kematian bayi, umumnya disebabkan sejumlah masalah antara lain komplikasi kejadian intrapartum, gangguan respitoratori dan kardiovaskular, kelainan kongenital, infeksi, serta berat bayi lahir rendah dan prematur.

Berdasarkan sistem informasi milik Kemenkes, dalam 10.279 puskesmas terdapat 202.309 bidan. Dari data 2.955 rumah sakit pun ternyata terdapat 61.749 bidan yang bekerja. Hal itu menunjukkan jumlah bidan yang banyak berperan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Peran bidan saat ini pun, dikemukakan Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDMK) Kemenkes Kirana Pritasari secara daring di Jakarta, Selasa (25/5) lalu, tidak hanya di layanan primer kesehatan yang tercakup JKN, melainkan dekat kepada masyarakat hingga tingkat pedesaan bagi yang memiliki layanan mandiri, sehingga peran mereka dalam penurunan angka kematian pun besar

Berbagai Peranan Bidan Tak Tergantikan

Peran bidan tidak hanya dalam hal memberikan pelayanan secara langsung, tapi juga dalam mengedukasi ibu dan keluarga, serta masyarakat. Peran bidan itulah yang akan sangat sulit digantikan oleh tenaga kesehatan yang lain.

Dalam pilar penyelamatan ibu dan bayi, bidan memiliki posisi strategis mulai dari masa sebelum para perempuan hamil, memasuki masa kehamilan, masa persalinan, hingga pascapersalinan.

Pada masa sebelum hamil, bidan memberikan edukasi gizi dan kesehatan reproduksi bagi remaja putri, calon pengantin, dan pasangan usia subur tentang perencanaan kehamilan sehat, serta pelayanan kesehatan.

Memasuki masa kehamilan, bidan membantu mencegah para ibu hamil mencegah kehamilan, melakukan deteksi dini dan perawatan penyulit kehamilan dengan tepat.

Lalu saat persalinan dan bayi baru lahir, bidan sebagai salah satu penolong memiliki pengetahuan, keterampilan dan peralatan memadai untuk melaksanakan persalinan yang bersih, aman serta pelayanan komplikasi dan kegawatdaruratan ibu dan bayi.

Setelah bayi lahir atau masa usai persalinan, bidan membantu memberikan edukasi dan pelayanan esensial termasuk KB (Keluarga Berencana) bagi ibu nifas dan bayi, serta tatalaksana prarujukan dan rujukan.

Karenanya, bidan, menurut Kepala Staf Kepresidenan RI, Jend TNI (Purn) Moeldoko, adalah aset negara, “Tanpa bidan, sulit mencapai Indonesia maju,” ungkapnya, dikutip Antara.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun menyebut peran besar bidan dalam pencapaian target penurunan angka kematian ibu dan bayi yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Sebagai upaya mendukung peran bidan tersebut, maka dibutuhkan dukungan para pihak berwenang untuk para bidan demi meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya sehingga dapat memberikan pelayanan paripurna pada seluruh keluarga yang membutuhkan.

Konsultasikan gangguan kesehatan Anda pada dokter yang ahli di bidangnya. Untuk informasi lebih lanjut pelayanan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, dapat menghubungi 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916 (chat only).

Pendaftaran pasien secara online melalui website dapat dilakukan di sini atau melalui aplikasi Pendaftaran Online RS Al Irsyad Surabaya yang dapat diunduh terlebih dahulu di http://bit.ly/mobileapprsalirsyad. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat