Mengenal Infertilitas Sekunder yang Perlu Dipahami Pasangan Suami Istri

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Proses hamil untuk anak kedua terkadang tidak berjalan lancar. Salah satu permasalahannya adalah karena gangguan kesuburan yang disebut infertilitas sekunder.

Memiliki buah hati adalah dambaan setiap pasangan suami istri. Tak jarang pula yang mendambakan kehadiran anak kedua setelah berhasil mendapatkan anak pertama. Jika proses anak kedua tersebut tak berjalan lancar, salah satunya adalah dikarenakan terjadi infertilitas sekunder.

Infertilitas sekunder sebenarnya tidak jauh berbeda dengan infertilitas primer. Infertilitas sendiri adalah kegagalan satu pasangan untuk mendapatkan kehamilan setelah melakukan hubungan seksual yang benar selama satu tahun tanpa memakai alat kotrasepsi.

dr. Thomas Cahyadi, SpOG dari Pusat Fertilitas Bocah Indonesia menyebut 1 dari 8 pasangan punya kemungkinan mengalami infertilitas. Penyebab pasangan kesulitan memiliki anak kedua bisa dilandasi berbagai faktor. Tidak hanya dari pihak istri, tapi kualitas dan jumlah sperma suami kadang luput menjadi fokus utama. Padahal, peran suami dalam mendapatkan momongan juga penting karena laki-laki juga bisa mengalami andropause.

“Bapaknya juga harus diperiksa, karena kadang kalau sudah punya anak seolah merasa baik-baik saja, itu tidak selalu benar,” ujarnya.

Selain faktor dari suami, dr. Thomas juga menyebutkan perubahan yang terjadi dan dipengaruhi kondisi dalam kehidupan bisa menyebabkan infertilitas sekunder karena menganggu proses reproduksi. 

Gangguan terjadinya kehamilan untuk pasangan dengan infertilitas sekunder

Sementara itu, Dokter Spesialis Kandungan Rumah Sakit Al Irsyad Surabaya, dr. Ariefandy Pambudi, Sp.OG  menyampaikan bahwa gangguan kesuburan tidak hanya berasal dari faktor istri, namun juga bisa faktor suami atau keduanya. Faktor-faktor tersebut akan memengaruhi program hamil yang akan dijalankan untuk mendapatkan momongan.

Berdasarkan penelitian, masalah infertilitas memang kebanyakan terjadi pada wanita. Sedangkan 35 persen penyebabnya ada pada gangguan rahim dan tuba. Karena gangguan tersebut yang paling sering terkena infeksi.

Selain itu, ia mengungkap, ada faktor lain yang dapat menjadi penyebab terjadinya infertilitas adalah beberapa kelainan yang terdapat pada organ reproduksi, seperti adanya tumor dalam kandungan, gangguan pertumbuhan sel telur, endometriosis dan lain sebagainya.

“Faktor usia dan kelebihan berat badan juga dapat menjadi penyebabnya. Penyakit sebelumnya yang dialami oleh wanita juga bisa menjadi faktor penyebab, seperti penyakit imun, diabetes, hipertensi dan kelainan tiroid,” paparnya.

Jika pasangan memeriksakan ke dokter yang mengalami infertilitas sekunder, ada beberapa hal yang bisa memengaruhi tingkat keberhasilan mendapatkan anak itu. Menurutnya, hal pertama yang dilakukan, yakni memeriksakan kembali kesuburan sebelum melakukan program hamil lagi. 

Selain itu, ada pula pemeriksaan sperma lanjutan untuk suami. Ini bisa menentukan kemampuan sperma membuahi sel telur. Sedangkan untuk istri dapat dilihat terkait kelainan pada tuba, kemungkinan sewaktu hamil pertama normal namun terjadi kelainan atau infeksi dan sejenisnya sehingga menyebabkan salurannya buntu.

“Ada pula Bisa tumbuh pada indung telur, otot rahim, dan di tempat lainnya. Di indung telur disebut kista endometriosis dan di otot rahim disebut adenomiosis,” tuturnya.

 Selain itu, istri juga perlu memeriksakan bentuk rahim, misalnya bentuk rahim yang love atau sebagainya memengaruhi dalam pembuahan. Dan lihat pula apakah ada kelainan pada dinding rahim yang juga dapat menyebabkan infertilitas sekunder. 

Faktor usia juga dapat mempengaruhi program hamil yang dilakukan istri. Pasalnya, usia memengaruhi dalam produksi sel telur di dalam rahim. Lalu, usia juga memengaruhi kualitas sel telur normal yang dihasilkan.

“Jadi misalnya dari 10 percobaan kita hanya bisa satu yang bisa. Ketika lahir ada 1,5 juta sel telur. Lalu saat puber berkurang jadi 345.000 (23 persen normal), usia 30 tahun berkurang lagi hanya 18.000 (12 persen), dan di usia 40 tahun hanya 45.000 (3 persen normal). Oleh karenanya usia itu sangat penting,” jelasnya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelayanan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, dapat menghubungi 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916 (chat only).

Pendaftaran pasien secara online melalui website dapat dilakukan di sini atau melalui aplikasi Pendaftaran Online RS Al Irsyad Surabaya yang dapat diunduh terlebih dahulu di http://bit.ly/mobileapprsalirsyad. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat