Mengenal Flu Babi yang Gegerkan Publik Surabaya

Rs-alirsyadsurabaya.co.id– Belum selesai demam berdarah menggegerkan Indonesia, kali ini Flu Babi giliran menghantui. Beberapa tahun lalu, flu babi telah mewabah di Indonesia. Untungnya, penularannya dapat dicegah. Namun, tahun ini, penyakit ini kembali menghantui. Karenanya, kita wajib tahu gejala dan pencegahannya.

Flu babi atau H1N1 pertama kali ditemukan di Meksiko pada tahun 2009. Sejak saat itu, World Health Organization (WHO) menetapkan wabah virus influenza A atau H1N1 menjadi pandemi global. Kala itu, pandemi ini merupakan yang pertama sejak 41 tahun lalu, ketika wabah Flu Hongkong memakan korban lebih dari sejuta orang di seluruh dunia, seperti dikutip dari tempo.

Tahun lalu, flu ini menyebar dengan sangat cepat di Desa Guanfang, 200 km dari perbatasan Cina dengan Myanmar dan Laos, seperti dilaporkan dalam Straits Times. Kemudian, berdasarkan World Organization for Animal Health, flu babi adalah virus mematikan yang umumnya menjangkiti babi liar dan ternak.

Di sisi lain, wabah ini sempat menggegerkan publik Surabaya. Ini membuat pihak Dinas Kesehatan Kota Surabaya turun tangan untuk mengantisipasi wabah ini. Diungkapkan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Mira Novia, menekankan pentingnya sosialisasi tentang wabah ini sebagai upaya preventif agar terhindar dari flu babi.

Sementara itu dikutip dari BBC Indonesia, ada beberapa gejala flu babi yang perlu diperhatikan. Gejala flu babi umumnya sama seperti influenza. Panas tinggi sekitar 38’C, diiringi batuk, sakit tenggorokan, serta nyeri di seluruh tubuh dan persendian. Bahkan, ada beberapa orang yang mengalami mual ataupun diare.

Professor Peter Openshaw, Pakar Flu dari Imperial College London, dikutip dari situs yang sama, mengungkap bahwa satu dari tiga orang yang terinfeksi tidak mengetahui bahwa mereka menderita flu babi, karena mereka hanya menderita gejala yang ringan.

“Sekitar 98% yang terinfeksi bisa pulih kembali tanpa pengobatan di rumah sakit, jadi saya kira khalayak perlu diyakinkan,” jelasnya.

Kemudian, yang menjadi kekhawatiran adalah ketika virus itu bermutasi saat menjangkiti manusia. Virus ini dapat menjadi lebih ganas dan akan memberi ancaman mematikan.

Di India dilaporkan, virus ini telah merenggut 31 nyawa pekan lalu, menurut Kementerian Kesehatan India, dikutip dari kompas. Di Tiongkok, virus flu babi juga menjadi permasalahan serius. Awal September 2018, media pemerintah Tiongkok telah melaporkan temuan adanya wabah flu babi di lima provinsi Tiongkok.

Karena berbagai kasus itu, Food and Agriculture Organization (FAO) memperingatkan bahwa penyakit ini bisa menyebar ke seluruh belahan Asia. “Sangat penting jika kawasan ini siap untuk kemungkinan yang sangat nyata flu babi dapat melompati perbatasan ke negara lain,” kata Wminee Kalpravidh dari FAO, dilansir dari CNN.

Akhir-akhir ini nyatanya banyak ancaman penyakit yang mematikan dapat menyerang manusia. Selain demam berdarah, malaria, tifus, flu babi juga perlu diwaspadai. Meski, Indonesia bukan importir daging babi terbesar, namun jelas virusnya dapat sampai di negeri ini. Wajib bagi kita untuk mengenali gejala flu babi, agar penanganan yang didapatkan tidak terlambat.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat