Mengenal Diet Puasa dan Manfaatnya

Rs-alirsyadsurabaya.co.id-Diet menjadi jalan keluar bagi mereka yang mengalami obesitas. Ada berbagai macam diet yang populer selama ini. Diet puasa atau intermittent fasting salah satunya. Bagaimana diet tersebut dan apa manfaatnya? Mari kita simak ulasan di bawah ini.

Beberapa orang yang menjalani diet terkadang lebih memilih memperhatikan makanan yang dikonsumsi daripada mengatur jam makan. Padahal, selain mengatur asupan yang dikonsumsi, jam makan yang teratur juga bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu diet yang umum dewasa ini adalah diet puasa atau intermittent fasting. Pada diet ini, orang-orang akan cenderung memperhatikan jam makanan disamping mengatur asupan nutrisi yang masuk.

Diet ini bekerja dengan menyesuaikan jam tubuh atau ritme sikardian pada seseorang. Secara umum, tubuh di program untuk makan di siang hari dan istirahat di malam hari. Namun, makan yang biasanya dilakukan di malam hari dapat membuat tubuh terus memproduksi insulin. Padahal, ketika istirahat tubuh tidak memerlukan banyak asupan gula untuk energi.

Akibat dari produksi itu membuat gula disimpan menjadi lemak. Dari sinilah alasan, mengapa makan di malam hari dapat meningkatkan risiko diabetes dan obesitas.

“Makan hanya delapan jam di awal hari dapat memungkinkan pankreas untuk beristirahat,” kata pakar diet, Kate Patton dalam kompas. Dengan cara ini akan membuat metabolisme meningkat, tubuh menyimpan lebih sedikit kalori yang akan menjadi lemak, hingga tubuh dapat menggunakan lemak tubuh sebagai energi tambahan.

Ada berbagai jenis diet puasa yang dapat dilakukan. Misalnya saja diet puasa dengan sistem 16:8. Yang berarti Anda dapat berpuasa selama 16 jam dan makan selama 8 jam.

“Ada beberapa fleksibilitas jadwal makan. Anda bisa makan pukul 7 pagi hingga 2 siang. Atau dari jam 9 pagi hingga 5 sore. Tergantung kapan Anda tidur dan bangun,” jelasnya.

Kemudian, perlu diperhatikan juga bahwa diet puasa tidak cocok bagi orang yang menderita diabetes tipe 1. Karena, orang-orang yang menderita diabetes ini tidak dapat memproduksi insulin. Sedangkan pada puasa ini sangat mungkin meningkatkan atau menurunkan gula darah dalam tubuh.

Selain itu yang perlu diperhatikan pula adalah asupan nutrisinya. Diet puasa akan sia-sia jika kita tetap makan dengan sembrono. Memilih makan-makanan sehat ketika waktu jendela makan tiba dapat mengoptimalkan manfaat kesehatan dari diet puasa ini.

“Anda harus makan dengan baik. Anda tidak akan dapat menurunkan berat badan dengan jika makan dengan buruk,” tambah pakar diet itu.
Jenis diet apapun yang Anda jalankan akan berhasil. Yang terpenting dalam diet yang berujuan untuk menurunkan berat badan adalah pengaturan kalori masuk serta asupan nutrisinya. Jika nutrisi harian sudah baik dan seimbang, berat badan Anda perlahan akan turun seperti yang Anda inginkan.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat