Mengenal Beragam Doping yang Dilarang di Dunia Olahraga

Beberapa jenis obat dan terapi yang tergolong sebagai doping dilarang digunakan dalam olahraga. Pelarangan itu terkait meningkatkan kinerja atlet tapi berisiko bagi kesehatan.

Dikutip dari Kementerian Kesehatan, istilah doping mengacu pada penggunaan obat-obatan terlarang, obat-obatan, atau perawatan oleh atlet dengan tujuan meningkatkan kinerja atletik. 

Doping dilakukan atlet untuk meningkatkan massa otot, mengurangi waktu pemulihan, meningkatkan energi atau daya tahan, dan yang menutupi keberadaan obat lain. 

Terlepas dari peningkatan kinerja yang terlihat pada atlet yang tak terhitung jumlahnya selama beberapa abad, juga tercatat bahwa para atlet sering menderita efek kesehatan yang merugikan dan bahkan kematian dini yang tampaknya terkait dengan praktik doping.

Menurut Kode Anti-Doping Dunia yang ditetapkan oleh WADA pada tahun 2008, suatu zat atau pengobatan termasuk doping jika memenuhi dua dari tiga kriteria.

Yakni meningkatkan kinerja, menimbulkan risiko bagi kesehatan atlet, dan bertentangan dengan semangat olahraga.

Secara umum, jenis obat yang dilarang adalah narkotik jalanan, stimulan, steroid anabolik, hormon peptida (hormon pertumbuhan manusia), alkohol dan beta blocker (hanya untuk pemanah dan penembak dengan senapan), diuretik, agonis beta-2, anti-estrogen, doping darah, dan manipulasi gen. (Sdi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat