Mengapa Siwak? Ini Hasil Penelitian dari Sisi Medis

Rs-alirsyadsurabaya.co.id– Jika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan kayu siwak sebagai alat pembersih gigi alami beberapa waktu lalu.  Islam ternyata lebih dulu mengenal siwak melalui ajaran, jauh sebelum adanya penelitian tentang bersiwak.

Siwak telah dikenal umat Islam sejak zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pada masa Rasulullah,  masyarakat telah memanfaatkan siwak untuk membersihkan gigi. Rasulullah pun menganjurkan, sebagaimana sabdanya, “Bersiwak itu membersihkan mulut dan membuat Allah ridha.” HR. Baihaqi dan An-Nasai.

Di sabdanya yang lain,  Rasulullah mengatakan, “Kalau saja aku tidak merasa khawatir akan memberatkan umatku, niscaya akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap hendak shalat.” HR. Bukhari dan Muslim.

Dikutip dari dream.co.id, siwak adalah bagian dahan, batang atau akar pohon arak (salvadora persica). Siwak memiliki tekstur lembut, basah dan memiliki serat yang tidak mudah berjatuhan sehingga bisa dipakai untuk membersihkan gigi, gusi dan mulut.

Berdasarkan penelitian, serat siwak mengandung sejumlah zat penting, seperti Vitamin C, antiseptik, enzim pencegah plak, anti bakteri, antidecay-agent (zat anti pembusukan), fluorida, klorida, tanin dan mineral penting lainnya.

Manfaat Bersiwak dalam Dunia Medis

Salah satu penelitian yang dilakukan oleh sejumlah dokter gigi di King Saud University membuktikan bahwa proses mengunyah siwak secara berulang dapat menghasilkan getah segar dan silika. Kedua unsur tersebut dapat membantu membersihkan gigi.

Selain dua unsur tersebut nyatanya siwak juga memiliki sifat antibakteri. Ini terbukti dari penelitian yang dilakukan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Mereka membuktikan bahwa antibakteri dalam siwak sangat aktif memerangi bakteri di mulut, gigi, dan gusi. Orang yang menggunakan siwak secara teratur memiliki risiko lebih rendah mengalami penyakit pada gigi dan gusi dibanding mereka yang menggosok dengan pasta gigi.

Pandangan Kesehatan Islam tentang Siwak

Dalam kitab Thibbun Nabawi karya Ibnu Qayyim,  dijelaskan beberapa manfaat membersihkan gigi menggunakan siwak.

Pertama, membersihkan dan menjaga kesehatan mulut (hingga menghilangkan lendir dan kotoran di tenggorokan), gusi dan gigi (juga berfungsi memutihkan).

Kedua,  menguatkan gigi dan gusi karena dapat mencegah perdarahan gusi dan gigi berlubang. Ketiga, menyehatkan saluran pencernaan dan menjernihan suara.Mendatangkan keridhaan Allah sehingga melapangkan rezeki. Keempat,  mendatangkan kekaguman para malaikat.

Selain manfaat yang tertuliskan di dalam kitab Thibbun Nabawidream.co.id juga menuliskan beberapa manfaat lain dari siwak. Beberapa di antaranya adalah, menguatkan daya ingat, menghilangkan lendir, menimbulkan bau mulut yang wangi di dalam mulut, mengobati sakit kepala, menyebabkan adanya cahaya pada wajah, menajamkan penglihatan, membantu pencernaan, menjernihkan suara. Namun, faedah terbesar dari bersiwak adalah mendatangkan keridhoan Allah subhanahu wa ta’ala.

Demikian ulasan mengenai siwak dan anjuran Rasulullah untuk bersiwak. Ternyata luar biasa manfaat siwak yang dianjurkan Rasulullah. Hal ini menambah keyakinan bahwa setiap anjuran dan perintahnya selalu mengandung hikmah besar di dalamnya. (ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat