Menelisik Seberapa Aman Penggunaan Toilet Umum di Tengah Pandemi COVID-19

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Masyarakat kini secara bertahap mulai kembali beraktivitas setelah pemerintah Indonesia menerapkan new normal di sejumlah daerah. Panduan aman pun harus dipahami dan dijalankan. Lalu bagaimana dengan penggunaan toilet umum? Amankah jika kita menggunakannya?

Pembatasan mulai dilonggarkan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Banyak pertanyaan yang muncul dengan adanya penerapan baru tersebut, seperti halnya tingkat keamanan dalam menggunakan toilet umum yang notabenenya sering disentuh oleh banyak orang, seperti gagang pintu, dudukan toilet, tisu toilet, dan sebagainya.

Untuk mengantisipasi bahaya penularan yang terjadi ketika menggunakan toilet umum atau transportasi umum, maka hal pertama yang harus dikhawatirkan adalah jarak fisik ketika orang-orang mengantre. Sebab, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyebutkan, virus korona jenis baru ini berpotensi menyebar ketika orang-orang berada pada jarak yang dekat.

Menjaga jarak fisik ketika menggunakan toilet umum memang akan lebih sulit, apalagi bila di lingkungan yang penuh sesak. Ini sebagaimana disampaikan oleh seorang peneliti di Texas Policy Lab Susan Amirian.

Dengan demikian, perlunya merapkan protokol kesehatan dengan sering mecuci tangan. Alumni John Hopkins Center for Health Security, Amesh Adalja juga menekankan, meski transmisi permukaan dimungkinkan, mencuci tangan adalah cara yang penting untuk tetap aman dan bersih. Setelah itu, hindari menyentuh wajah. Lalu tetap gunakan masker. Dan jika ada tisu toilet, sebaiknya digunakan.

Selain itu, pengering udara otomatis pada toilet umum dapat membantu menyebarkan aerosol dan mencemari permukaan lain. Para peneliti dari University of Leeds yang menemukan hal tersebut pun memperingatkan bahwa pengering udara tidak boleh digunakan di toilet umum terlebih pada toilet rumah sakit.

Bagaimana dengan transmisi COVID-19 lewat tinja?

Meski ada beberapa bukti bahwa virus COVID-19 dapat ditemukan di kotoran, namun CDC menyebutkan belum adanya kejelasan mengenai virus tersebut dapat menyebar dengan cara itu. Kemungkinannya pun sangat rendah.

Hal yang perlu diwaspadai adalah ketika flushing atau saat menyiram water closet (WC). Pada saat menyiram toilet, aerosol atau partikel zat yang ada di udara terbentuk dan itu dapat menyebarkan virus sehingga butuh menutup WC.

“Kami tahu bahwa flushing adalah cara yang menghasilkan aerosol,” kata ahli epidemiologi di Federasi Ilmuwan Amerika Eric Feigl-Ding dikutip dari Kompas.

Dengan demikian, toilet umum lebih baik dijaga kebersihan setiap saat agar terhindar dari penyebaran COVID-19. Dan untuk melakukan itu, karyawan yang bertugas membersihkan toilet harus mengenakan Alat Pelindung Diri (APD), termasuk kacamata pelindung dan masker.

Atau mungkin dapat mengubah desain toilet agar lebih aman, misalnya dengan membuat toilet yang dapat membersihkan secara otomatis, toilet yang dapat menyemprotkan disinfektan, atau menggunakan sinar UV.

Untuk itu, saat ini yang harus dilakukan setiap orang adalah menjaga jarak, mengenakan masker, menghindari menyentuh wajah, dan lebih sering mencuci tangan. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat