Memantau Perkembangan dan Pertumbuhan Anak dengan Buku KIA, Begini Caranya

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi salah satu bagian di dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) edisi terbaru tahun 2020. Pada lembar pemantauan perkembangan anak, orang tua bisa memberikan tanda ceklis pada kemampuan yang bisa anak lakukan.

Terkait pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, ceklis kelompok kemampuan perkembangan anak dalam buku KIA, yang diisi merupakan ceklis kelompok usia yang sudah terlewati. Apabila perkembangan anak sesuai usianya, maka orang tua bisa melakukan stimulasi.

Pada anak 9-12 bulan misalnya, untuk aspek bahasa, orang tua bisa mengajarkan anak berbicara pada boneka, menunjuk orang, benda, atau organ tubuh yang sudah dikenalkan, lalu mengucapkan orang, benda, atau organ tubuh yang sudah dikenalkan, membacakan dongeng pada saat mengenalkan dan menyuruh menunjuk, maupun memegang mainan dengan 2 tangan.

Setelah anak memahami, maka anak akan mengekspresikan bahasa setelah mengenalkan melalui boneka setelah itu tes dengan menunjuk tadi. Begitu anak menggunakan motorik dengan menunjuk, artinya pembelajaran bahasa bisa dikatakan berhasil, karena stimulasi yang diberikan terjadi.

Apabila ada satu atau lebih kemampuan yang tidak diceklis, artinya perkembangan anak tidak sesuai kelompok usia. Tetapi, hal itu belum tentu berarti masalah ada pada anak. Bisa jadi karena orang tua yang kurang melatih sang anak.

Sementara dalam pemantauan pertumbuhan anak, orang tua bisa melakukan pengukuran antropometri, seperti berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala, setelah mendapatkan edukasi dari tenaga kesehatan agar pengukuran bisa mencapai hasil yang benar. Setelah itu, orang tua bisa melakukan plot hasil pada kurva baku dan menginterpretasikannya. 

Apa yang harus orang tua interpretasikan? Ada dua, yakni interpretasikan sewaktu untuk melihat indikator pertumbuhan dan interpretasi menyeluruh untuk mengetahui kecenderungan arah pertumbuhan anak pada kurva.

Indikator yang perlu diperhatikan yakni berat badan badan terhadap umur, panjang atau tinggi badan terhadap umur, berat badan terhadap panjang atau tinggi badan, serta lingkar kepala terhadap usianya.

Ada tidaknya masalah pada pertumbuhan anak bisa terdeteksi setelah plot pada kurva dilakukan, walaupun sebenarnya status gizinya normal. Artinya, untuk mengenali ada tidaknya masalah pada pertumbuhan anak, orang tua sebaiknya tidak terfokus melihat status gizi anak mereka.

Sebagai contoh, seorang anak perempuan yang tampak sangat kecil berusia 5 bulan dengan berat badan 4,7 kg dan panjang atau tinggi badan 59 cm bisa terdeteksi mengalami masalah pertumbuhan, yakni pendek dan berat badan kurang setelah dilakukan plot pada kurva walaupun status gizinya normal.

Sehingga di sini yang penting menjadi catatan, dalam menentukan pertumbuhan anak, tidak bisa hanya dengan melihat status gizi anak, karena di dalam status gizi yang normal bisa terjadi gangguan pertumbuhan.

Terakhir, jangan lupa untuk mengenali arah pertumbuhan. Apabila menjauhi garis, maka segera lakukan intervensi. Misalnya seorang anak memiliki berat badan menjauhi garis perlahan bisa membuatnya gagal tumbuh.

Jadi, berbagai instrumen pemantauan tumbuh kembang anak bisa orang tua temukan di dalam buku KIA. Orang tua bisa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk bisa mendapatkan pemahaman yang benar dalam memanfaatkan buku KIA termasuk saat memantau tumbuh kembang anak.

Konsultasikan gangguan kesehatan Anda pada dokter yang ahli di bidangnya. Untuk informasi lebih lanjut pelayanan Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya, dapat menghubungi 03199091800/03199091700 atau WhatsApp 081216514916 (chat only).

Pendaftaran pasien secara online melalui website dapat dilakukan di sini atau melalui aplikasi Pendaftaran Online RS Al Irsyad Surabaya yang dapat diunduh terlebih dahulu di http://bit.ly/mobileapprsalirsyad. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat