Masyarakat Maupun Ibu Hamil Tak Perlu Khawatir Lakukan Prosedur Skrining COVID-19 di RS

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Banyak masyarakat, tak terkecuali ibu hamil yang masih merasa khawatir datang ke rumah sakit serta melakukan skrining, baik rapid test maupun swab test. Padahal tujuan sebenarnya adalah sebagai proteksi diri sendiri agar dapat menekan angka penyebaran COVID-19.

Ketakutan atau rasa waspada kerap menjadi suatu polemik yang sampai sekarang masih ada di masyarakat terkait pandemi COVID-19. Menanggapi hal tersebut, dr. Ariefandi Pambudi, Sp.OG menyarankan agar masyarakat tak perlu merasa khawatir, terutama bagi ibu hamil.

Pasalnya, pemeriksaan skrining mempunyai beberapa tujuan, diantaranya untuk mengetahui adanya virus atau tidak berikut dengan virulensinya, untuk mengetahui dan tata laksana bagaimana cara penanganannya, dan untuk proteksi dari ibu hamil itu sendiri.

“Karena sejauh ini juga terapi yang dilakukan masih belum terstandarisasi, sehingga yang penting adalah untuk melindungi ibu hamil itu sendiri sekaligus keluarga, suami, anak dan lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, skrining tersebut sangat penting untuk menjaga dan menekan angka penyebaran virus,” ujar Dokter Spesialis Kandungan di RS Al Irsyad Surabaya tersebut.

Ia juga menyampaikan tentang beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa hampir 80 persen ibu hamil yang terdiagnosa COVID-19 umumnya dengan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala. Sedangkan 15 persen memiliki gejala seperti batuk, pilek, sesak napas, dan lain sebagainya. Sementara untuk 5 persen lainnya adalah mereka dengan kondisi berat atau gawat.

“Dari penelitian tersebut, jumlah ibu hamil 80 persen inilah yang perlu diwaspadai. Sehingga sangat penting untuk melakukan skrining lebih awal bagi ibu hamil,” tuturnya.

Dalam hal penanganan pun juga demikian, jika sudah melakukan skrining, maka sebaiknya memahami rumah sakit mana yang akan dituju untuk melaksanakan persalinan. Pasalnya, ada fasilitas kesehatan yang memang menjadi rujukan pasien COVID-19 dan ada pula rumah sakit yang melayani pasien nonCOVID-19.

“Jangan sampai tidak melakukan skrining sehingga bingung akan melakukan persalinan dimana, karena protokol antara rumah sakit rujukan dan nonpasien COVID-19 tentu berbeda. Mudah-mudahan skrining yang dilakukan tidak terkonfirmasi atau negatif,” paparnya.

Pemeriksaan skrining sebaiknya dilakukan pada usia kehamilan 37 minggu. Tetapi, skrining juga dapat dilakukan sebelum mencapai usia kehamilan tersebut juka ibu hamil mengalami gejala, atau mungkin ada kontak erat dengan keluarga atau orang-orang sekitar yang positif COVID-19.

“Bisa juga karena ada faktor-faktor risiko sehingga perlu dilakukan skrining lebih awal,” imbuhnya.

Skrining awal yang dilakukan tersebut, tentu akan membantu pasien maupun tenaga kesehatan terhindar dari penularan COVID-19. Dengan adanya skrining, maka akan ada pula proteksi diri dari masing-masing individu sesuai dengan protokol kesehatan selama proses persalinan.

Jangan Takut Datang ke Rumah Sakit

Sementara itu, dr. Syarwani selaku Direktur RS Al Irsyad Surabaya mengungkapkan, jika saat ini memang kebanyakan masyarakat menstigma rumah sakit, sehingga banyak yang berpikiran jika datang periksa ke rumah sakit maka akan dinyatakan sebagai pasien COVID-19 dan harus melakukan karantina.

“Dari stigma tersebut, akhirnya banyak sekali pasien emergency yang seharusnya membutuhkan pertolongan rumah sakit namun enggan untuk datang ke rumah sakit dan lebih memilih membiarkannya, atau mengobati seadanya di rumah,” terangnya.

Padahal, setiap pasien yang datang ke rumah sakit, tidak selalu harus dilakukan rapid test. Pasalnya, pelaksanaan skrining tersebut juga terdapat indikasi kapan waktu dan kondisi yang tepat untuk melakukan rapid test atau tidak.

“Indikasi pertama dilakukannya skrining adalah pada pasien dengan tindakan operasi, begitu pula ibu hamil. Jadi untuk kondisi pasien di luar tersebut, tak perlu takut datang ke rumah sakit, sebab tidak semua pasien akan dilakukan skrining,” tutupnya. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat