Maski Kaya Protein, Waspadai Kandungan Merkuri dalam Ikan

Rs-alirsyadsurabaya.co.id– Meski banyak protein, dan kerap digalakkan sebagai makanan sehat yang bergizi tinggi, ada kandungan berbahaya seperti merkuri yang patut diwaspadai yang ada di beberapa jenis ikan.  

Merkuri merupakan salah satu zat yang paling berbahaya baik tubuh. Zat kimia ini merupakan hasil pembuangan dari berbagai aktivitas manusia, seperti pembakaran, pertanian, dan limbah dari pabrik-pabrik yang menggunakan merkuri. Limbah rumah tangga maupun limbah dari pabrik, biasanya dibuang ke sungai dan berakhir pada laut.

Yang perlu diperhatikan adalah kelompok usia yang sangat rentan dengan dampak dari kontaminasi merkuri. Food and Drug Administration (FDA) dan Environmental Protection Agency (EPA), dikutip dari Kompas menganjurkan untuk mengurangi konsumsi berbagai sumber makanan dari laut untuk beberapa kelompok yang rentan terhadap merkuri, seperti perempuan yang berencana untuk hamil, perempuan yang sedang hamil, ibu yang sedang menyusui dan bayi.

Kelompok Ikan Tinggi Merkuri

Kelompok seafood yang mengandung merkuri tinggi, yaitu ikan hiu, ikan makarel raja, ikan tuna bigeye, ikan todak atau pedang, ikan tuna sirip kuning.

Ikan hiu menempati urutan paling atas dalam rantai makanan kehidupan laut. Ia mengonsumsi ikan lain apapun jenisnya dan dalam dagingnya ditemukan kandungan merkuri yang sangat tinggi.

Sedangkan ikan todak, sama dengan hiu, ikan todak atau swordfish merupakan ikan buas berukuran besar yang juga predator terbaik di ekosistem laut. Kandungan merkuri dalam tubuhnya dipengaruhi dari pola makannya yang sembarangan dalam bertahan hidup.

Oleh karenanya kelompok masyarakat rentan seperti yang telah disebutkan di atas lebih baik menghindari jenis ikan-ikan ini. Karena proses menyiapkan serta memasak makanan laut tidak akan bisa menurunkan kadar merkuri yang ada di dalam makanan tersebut.

Merkuri Merusak Saraf dan Sebabkan Keracunan

Jika seseorang mengonsumsi ikan atau seafood yang mengandung merkuri, maka merkuri akan terakumulasi di dalam tubuh, bahkan dapat mempengaruhi Air Susu Ibu (ASI) pada ibu menyusui. Akumulasi tersebut juga dapat meracuni sistem saraf, menggangu tumbuh kembang janin pada ibu hamil yang mengonsumsi seafood terpapar merkuri. Itulah mengapa ibu hamil dan menyusui amat dilarang mengonsumsi ikan yang mengandung merkuri.

Mira Ilic, R.D, ahli nutrisi dari Cleveland Clinic Foundation, dikutip dari Cnnindonesia mengatakan, jika dikonsumsi, ikan dengan merkuri tinggi akan merusak perkembangan syaraf bagi anak atau mengganggu perkembangan janin bagi ibu hamil. Efek lainnya juga keracunan dalam tubuh dan peredaran darah.

Di atas merupakan bahaya merkuri bagi tubuh serta jenis ikan yang tinggi merkuri. Setelah mengetahuinya, mari kita terapkan pola hidup dan makan sehat dengan menjauhi makanan yang mengandung zat berbahaya. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat