Masker Tidak Sebabkan Bau Mulut

Meski pemerintah membebaskan pemakaian masker pascapandemi Covid-19 di luar ruangan, sebaiknya masyarakat tetap menggunakannya saat berada di luar.

Di pasaran, masker sendiri bermacam-macam bentuk. Terdapat dua jenis, yaitu masker medis, dan non-medis. Variasinya pun beragam dengan berbagai variasi warna, motif, model, merek/logo.

Masker non-medis dapat dibuat dari bahan kain katun, polyester, selulosa, kassa, sutra, dan nylon.

Sebagian masyarakat merasa tidak nyaman saat menggunakan masker dengan alasan mencium bau mulutnya sendiri.

Dikutip dari Kementerian Kesehatan, bau mulut atau halitosis dapat menjadi gejala adanya gangguan kesehatan tubuh.

Bila bau mulut hanya muncul setelah makan atau ‘morning breath’ maka tidak masalah.

Namun, bila bau mulut/halitosis bertahan lama maka gejala sesuatu yang serius sedang terjadi di dalam tubuh.

Disebutkan, penyebab timbulnya bau mulut antara lain berasal dari makanan, tembakau, kebersihan mulut yang jelek dan mulut kering.

Selain itu konsumsi obat-obatan, penyakit mulut, hidung dan tenggorokan, ataupun kanker dan gangguan pencernaan juga dapat menyebabkan bau mulut. 

Dengan penjelasan seperti ini, berarti pemakaian masker tidak menyebabkan bau mulut. (Sdi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat