Maag dan GERD dapat Jadi Tanda Penyakit Jantung

Rsalirsyadsurabaya.co.id –  Jantung masih menjadi penyebab utama kematian tertinggi di Indonesia. Setelah diusut, maag dan GERD dapat menjadi tanda seseorang idap penyakit jantung.

Tanda sakit jantung akibat maag dan GERD ini biasanya jenis angina pectoris stabil. Ini karena angina, terjadi akibat adanya sumbatan pembuluh darah kronis, yang menyebabkan nyeri ulu hati, dada seperti terbakar.

Ini karena menurut Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Primaya Hospital Makassar, dr. Bambang Budiono, Sp.JP nyeri lambung disertai mual atau muntah jadi tanda adanya sumbatan di pembuluh arteri koroner kanan. Alhasil tidak sedikit yang salah mendiagnosis sakit jantung ini dianggap sebagai maag.

“Oleh karena itu, perlu dilakukan anamnesa dan pemeriksaan yang lebih teliti,” ujar dr. Bambang, seorang pakar jantung dari Universitas Indonesia, dilansir dalam suara, Rabu (29/9).

dr. Bambang mengingatkan, masyarakat perlu waspada apabila mengalami nyeri ulu hati karena sakit maag atau GERD disertai keluhan lain seperti rasa terbakar di sekitar dada (heart burn), disaranka segera lakukan pemeriksaan.

“Untuk memperkuat dugaan ada atau tidaknya penyempitan pembuluh darah koroner; pasien sebaiknya dilakukan pemeriksaan penunjang misalnya rekaman jantung, treadmill test, atau ekokardiografi,” jelasnya.

Sementara itu sakit jantung angina yang ditandai sakit maag ini umumnya dibagi menjadi angina stabil, angina tak stabil, dan angina khas infark.

Angina pektoris stabil adalah suatu keadaan dimana tak ada perubahan dalam derajat, intensitas dan frekuensi nyeri dada dalam 4 minggu terakhir. Angina pectoris tak stabil terjadi jika terdapat peningkatan intensitas, durasi, dan frekuensi nyeri dada dalam kurun waktu 4 minggu terakhir.

Biang keladi angina stabil, contohnya stres, masalah pencernaan, kondisi medis yang membuat jantung bekerja lebih keras, atau melakukan olahraga berat.

Nyeri ini biasanya akan pulih dalam jangka waktu lima menit setelah beristirahat atau mengonsumsi obat. Meski umumnya tak berbahaya, tapi angina jenis ini bisa berpotensi menyebabkan serangan jantung bila tak ditangani dengan tepat. 

Sedangkan, angina khas infark atau serangan jantung adalah nyeri dada hebat yang disertai keluarnya keringat dingin dan berlangsung terus menerus hingga lebih dari 20 menit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat