Lockdown dan Social Distancing Sebagai Upaya Pencegahan Penularan Virus Corona

Rs-alirsyadsurabaya.co.id – Dengan merebaknya wabah virus corona, banyak Negara yang telah melakukan lockdown untuk mencegah penyebaran lebih banyak, serta anjuran social distancing yang diumumkan presiden dan diinstuksikan berbagai kepala daerah. Sebenarnya, apa yang dimaksud lockdown dan social distancing?

Lockdown sendiri diambil dari bahasa Inggris yang berarti terkunci. Bila dikaitkan dengan kasus virus corona, maka lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun Negara. Hal itu tentunya bertujuan untuk mengunci suatu wilayah agar virus corona tidak menyebar lebih jauh lagi.

Jika suatu daerah dikunci atau di-lockdown, maka semua fasilitas publik harus ditutup. Sekolah, transportasi umum, tempat umum, perkantoran, bahkan pabrik harus ditutup dan tidak diperkenankan beraktivitas. Aktivitas warganya pun dibatasi.

Penerapan lockdown ini sesuai dengan salah satu hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Apabila kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu”. (Muttafaqun ‘alaihi, HR. Bukhari & Muslim)

Virus corona pertama kali muncul di kota Wuhan, Cina. Mengutip dari merdeka.com, ketika virus tersebut mulai menyebar maka Pemerintah setempat memberlakukan kebijakan lockdown, yang kemudian disusul kota-kota lainnya yang penyebaran virusnya begitu massif.

Begitu pula di Eropa. Italia jadi negara yang menerapkan kebijakan lockdown setelah penyebaran virus Corona di sana meningkat tajam dan menjangkiti ribuan orang.

Meskipun begitu, tidak semua negara mengunci wilayahnya setelah penyebaran virus Corona masuk ke wilayahnya. Korea Selatan memilih tidak mengunci wilayahnya, namun mengambil kebijakan lain untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Sedangkan salah satu daerah di Indonesia, Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta, meminta seluruh masyarakat DKI Jakarta melakukan social distancing measures atau upaya menjaga jarak sosial sebagai tindakan pencegahan non-farmasi penyebaran virus corona (COVID-19) ini.

Caranya adalah meminimalisir kontak langsung antar manusia dan menjaga jarak tertentu.

“Itu adalah pesan paling utama bagi seluruh masyarakat Jakarta hari ini, mulai dari hindari jabat tangan jika ada pertemuan, apalagi berpeluk dan bergandengan tangan dan tempat yang punya risiko tinggi, hindari karena potensi penularannya tinggi lewat kontak tubuh,” ujarnya dilansir dari cnnindonesia.com.

Sementara istilah social distancing menurut Center for Disease Control (CDC) adalah menjauhi segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak dengan manusia, dan menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang. Hal itu bertujuan untuk mengurangi penularan virus dari orang ke orang.

Dengan menghindari tempat-tempat keramaian, diharapkan mampu mencegah penyebaran virus corona agar tidak menginfeksi banyak orang. Masyarakat juga diminta untuk tetap berada di rumah dan membatasi segala aktivitas di ruang publik. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat