Lebaran, Pakar Penyakit Menular Sebut Kumpul Keluarga Lebih Bahaya dari Pergi Berbelanja

Rsalirsyadsurabaya.co.id – Pelarangan aktivitas mudik sudah sejak jauh hari didengungkan. Itu berarti, berlebaran dengan pulang kampung untuk berkumpul bersama keluarga besar pun tak bisa dilakukan. Seorang pakar bahkan menyebut, risiko akibat kumpul keluarga jauh lebih bahaya dari pergi berbelanja.

Tak terasa, kita sudah berada di penghujung Ramadan. Lebaran pun sudah di depan mata. Namun sebab pandemi, dengan protokol kesehatan yang mengisyaratkan untuk menjaga jarak fisik dan menghindari kerumunan, serta kebijakan PSBB nampaknya lebaran benar-benar tak akan sama seperti di tahun sebelumnya.

Meskipun sudah ada instruksi untuk berdamai dengan Covid-19 dan menjalankan kehidupan normal yang baru dengan memperhatikan protokol pencegahan, tetap saja beberapa kegiatan masih tetap dapat berisiko menularkan dan menimbulkan kekhawatiran.

Seorang profesor epidemiologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat dan Pengobatan Tropis Universitas Tulane di New Orleans, Dr. Susan Hassig, pun mengingatkan bahwa risiko berkumpul bersama keluarga atau teman yang tidak tinggal di rumah akan memiliki penularan infeksi yang lebih tinggi.

“Jika Anda belum tinggal bersama mereka, maka ada risiko potensial,” katanya, seperti dikutip melalui Business Insider.

Menurutnya, keluarga dan teman-teman tidak mungkin memakai masker atau menjaga jarak sosial saat berkumpul, sehingga orang yang tidak menunjukkan gejala dapat menyebarkan virus pada saat berkumpul.

Untuk itu, jika Anda memutuskan untuk berkumpul bersama keluarga atau teman, terlebih pada saat Lebaran, maka Anda harus mempertimbangkan usia dan latar belakang riwayat perjalanan mereka demi kesehatan diri Anda sendiri dan orang-orang yang tinggal serumah dengan Anda.

Risiko perkumpulan keluarga ini pun bisa lebih tinggi daripada risiko penularan saat Anda harus pergi berbelanja ke pasar, karena saat berbelanja ke pasar, tentu Anda akan berusaha menjaga jarak dengan pengunjung lain yang merupakan orang-orang yang tidak Anda kenal.

Selain itu, risiko paling besar ketika berbelanja, dikatakan Hassig hanya berada di kasir, karena pada saat pembayaran, Anda akan berinteraksi aktif dengan petugas. Itulah mengapa kumpul keluarga yang bukan satu rumah dengan Anda memiliki risiko yang akan lebih tinggi dibandingkan dengan berbelanja ke pasar atau supermarket.

Hassig pun mengingatkan pula untuk selalu mengenakan masker jika memungkinkan dan berusaha menjaga jarak sejauh dua meter dari orang lain. Karena tindakan seperti social distancing dan mengenakan masker dapat mengubah tingkat risiko secara signifikan. (nin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat