Lama Terpapar Sinar Matahari Langsung, Membahayakan Kesehatan

Rs-alirsyadsurabaya.co.id– Sinar matahari dalam beberapa hal dibutuhkan untuk nutrisi kulit tubuh. Namun bila sering terpapar secara langsung dalam waktu yang lama dapat membahayakan kesehatan pada tubuh. Para pakar telah menjelaskannya.

Kulit Memerah Secara Permanen

Jason Reichenberg, MD, dosen di University of Texas-Austin’s Dell Medical School, menjelaskan dalam Hellosehat bahwa terlalu lama menghabiskan waktu di bawah sinar matahari tanpa pakaian pelindung ataupun tabir surya bisa menimbulkan kemerahan di beberapa area kulit, bahkan mungkin terjadi secara permanen atau sulit disembuhkan.

Pasalnya, saat usia bertambah tua maka tanpa sadar sinar matahari bisa menipiskan kulit sekaligus mengendurkan struktur kulit yang ada di sekitar pembuluh darah Anda. Lambat laun, pembuluh darah akan semakin melebar hingga menimbulkan area cokelat kemerahan di beberapa bagian tubuh.

Proses ini juga bisa mengakibatkan kolagen di dalam kulit tersebar yang membuat pembuluh darah tampak nyata di permukaan kulit.

Penglihatan Memburuk

Selain faktor usia, sebuah penelitian menemukan bahwa terkena sinar matahari dalam waktu yang lama ternyata dapat memperparah kondisi ini — terutama bagi pria dan wanita berusia lebih dari 40 tahun.

Menurut studi dari Fordham University tahun 2011, dikutip dari laman yang sama, sinar ultraviolet (UV) berdampak buruk bagi mata karena meningkatkan peluang terserang katarak yang dapat berujung pada kebutaan.

Tidak hanya itu, bahaya sinar matahari langsung juga bisa mengganggu fungsi retina yang lama-lama akan menurunkan fungsi penglihatan. Gangguan fungsi retina ini dipicu oleh glaukoma dan degenerasi makula, dilansir dari Health.

Berisiko pada Kanker Kulit

Profesor dari Yale School of Medicine, Douglas E. Brash, menjelaskan, ketika sinar UV menyentuh kulit, terjadi reaksi kimia yang mengakibatkan rusaknya melanin, yang merupakan sebuah perisai untuk mencegah kanker yang disebabkan mutasi DNA. 

Reaksi yang sama juga mengubah melanin menjadi kumpulan energi yang dapat membahayakan energi di sekitar DNA. “Struktur kimia DNA berubah dan hasilnya DNA pun membengkok,” ujarnya, seperti dilansir dari laman Preventsury.

Proses ini akan berlanjut selama tiga sampai empat jam setelah paparan sinar UVA atau UVB meskipun Anda sudah berada di dalam bangunan sekalipun.  Pembengkokan DNA itulah yang ternyata dapat menyebabkan meningkatnya risiko kanker kulit.

Oleh karena apabila terpaksa harus beraktivitas di bawah terik matahari dalam waktu yang lama, gunakanlah tabir surya atau menggunakan payung. Namun dr Hao Ou-Yang, seorang yang bekerja untuk Johnson dan Johnson Custumer Inc di Skillman, New Jersey, tidak menyarankan untuk menggunakan payung, dan lebih menekankan untuk menggunakan tabir surya.

Studinya yang dipublikasikan dalam jurnalJAMA Dermatology, telah membuktikan bahwa payung tidak terbukti efektif untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

Jika ada keluhan kesehatan apapun, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter-dokter ahli kami di RS Al Irsyad Surabaya, salah satu Rumah Sakit (RS) terbaik yang ada di Surabaya.(Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat