Kurangi Kesemutan, Konsumsi Makanan Ini

Rs-alirsyadsurabaya.co.id– Kesemutan yang kerapkali datang bersamaan dengan rasa kebas, tentu akan menyulitkan aktivitas sehari-hari. Agar berkurang, ada beberapa makanan yang bisa dikonsumsi. Mari kita simak ulasan di bawah ini.

Nutrisi terpenting yang dibutuhkan tubuh untuk mengurangi kesemutan adalah vitamin B kompleks. Dilansir dari detik, penelitian yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi), dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S (K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi, Perdossi Pusat, menunjukkan bahwa konsumsi vitamin B kompleks seperti B1, B6, dan B12, mampu mengurangi rasa kesemutan ataupun kebas.

“Vitamin B1, B6, dan B12, terbukti mampu mengurangi neuropati atau kesemutan. Selain mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B kompleks, makanan juga perlu diperhatikan, seperti kacang-kacangan dan daging merah,” terangnya.

Meski begitu, nutrisi B kompleks tidak serta merta cukup untuk mengurangi kesemutan. Ada beberapa makanan yang bisa dikonsumsi yang turut mengurangi kesemutan dan rasa kebas. Berikut adalah makanan tersebut.

Jangan Lewatkan Konsumsi Air, Imbangi dengan Buah

Air merupakan komponen penting di dalam tubuh. Bahkan, banyak penelitian medis mewajibkan konsumsi air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Air dapat mengurangi peradangan yang terjadi pada tubuh.

Di sisi lain, air juga membantu membuang asam urat tubuh berlebih melalui urin. Pendapat ini dikuatkan oleh dr. Dyah Novita Anggraini, alumnus Kedokteran Universitas Pelita Harapan yang juga tim dari klikdokter.

“Konsumsi cairan tinggi dapat membuang asam urat melalui urin. Selain air putih, cairan tubuh dapat dicukup dengan konsumsi buah. Karena, buah juga mengandung banyak air,” ungkapnya.

Makanan Berprotein Tinggi

Makanan berprotein juga dapat membantu mengurangi kesemutan dan rasa kebas. Mengonsumsi daging tanpa lemak bisa menjadi solusinya. Selain asupannya, cara masaknya juga harus diperhatikan. Agar tak menambah lemak jenuh yang tentunya berbahaya untuk tubuh.

“Sebaiknya daging dikonsumsi tidak lebih dari 2 kali sebulan. Perhatikan juga pengolahan makanannya. Bila tetap digoreng dalam minyak nabati, tetap dapat menyumbang asupan lemak berlebih,” kata dr. Caecilia Haryu Aryapti dari tim alodokter.

Sementara itu, dalam suatu penelitian yang diterbitkan dalam Asian Journal of Medical Sciences 2018, selain mengonsumsi makanan yang baik dan tepat dibutuhkan tubuh, upaya pencegahan lain bisa dilakukan. Di antaranya menjalani gaya hidup sehat meliputi, olahraga yang teratur dan istirahat cukup.

Kesemutan dapat terjadi kepada siapapun. Jika rasa itu datang, tentunya dapat mengganggu aktivitas keseharian dan mengurangi produktivitas. Untuk itu, perlu bagi kita memperhatikan asupan tubuh dan pengolahan jenis makanan agar mengurangi kesemutan.(ipw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat