Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Rs-alirsyadsurabaya.co.id- Gangguan kesehatan pada jantung kini tidak mengenal usia, sehingga perlu waspada sejak dini. Kurang tidur menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko penyakit jantung yang diderita ketika dewasa.

Masalah jantung memang umumnya lebih sering dialami oleh orang yang berusia lanjut. Terlebih lagi, gaya hidup juga dinilai dapat membuat penyakit jantung kini menyerang orang-orang sejak usia muda.

Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit (RS) Al Irsyad Surabaya, dr. Diah Rachmaniah, Sp.JP menjelaskan bahwa remaja yang tak memiliki cukup tidur atau kualitas tidur yang menurun dapat meningkatkan risiko penyakit jantung ketika dewasa.

Kebiasaan waktu tidur pada remaja yang kurang dari tujuh jam setiap malam dan tidur di bawah waktu yang telah ditentukan dapat dengan mudah mengalami risiko jantung. Jumlah tidur yang didapat remaja telah menurun secara signifikan. Hanya sekitar setengah dari remaja di dunia yang secara teratur tidur lebih dari tujuh jam sehari.

“Semakin bertambahnya usia, jumlah tidur mereka pun kian menurun. Padahal, remaja membutuhkan 8 hingga 10 jam untuk mendapatkan kesehatan yang optimal,” ujar dr. Diah.

Remaja yang kurang tidur tersebut kemudian disampaikan oleh dr. Diah bahwa lebih cenderung memiliki risiko metabolik yang tinggi. Mereka juga memiliki lemak perut, tekanan darah tinggi, kolesterol buruk, resistensi insulin, yang semuanya meningkatkan risiko diabetes.

Tak hanya itu, remaja yang tidurnya tak cukup lebih memungkinkan untuk memiliki prestasi yang buruk di sekolah, bahkan hingga mengalami depresi atau kecelakaan saat berkendara.

Kurang tidur yang dialami oleh remaja disebabkan oleh beberapa kegiatan sebelum tidur yang mengganggu, seperti aktivitas chatting, media sosial serta percakapan telepon larut malam yang membuat kualitas tidur remaja menjadi buruk.

“Ini membuktikan bahwa perlu adanya pembatasan penggunaan gawai pada remaja saat malam hari,” tuturnya.

Dr. Diah juga berpendapat bahwa remaja membutuhkan waktu delapan hingga sepuluh jam untuk memiliki tidur yang sehat. Remaja yang kurang tidur biasanya disebabkan oleh cahaya terang di gawai yang mengganggu ritme otak sehingga membuat sulit untuk tidur.

Tak hanya risiko penyakit jantung, apabila remaja terlalu banyak melakukan aktivitas lebih dari 10 jam perhari atau dianggap Long Working Hours (LWH) dapat berisiko mengalami penyakit stroke 1,29 kali lebih besar.

Oleh sebab itu, dr. Diah menyarankan agar remaja mengurangi aktivitas penggunaan gawai sehingga dapat membantu waktu tidur yang lebih lama. (Gth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat